JAKARTA - Transformasi sektor pariwisata Indonesia kini diarahkan tidak lagi sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan, melainkan menempatkan kualitas sebagai fondasi utama pertumbuhan.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus menata strategi agar pariwisata nasional mampu bersaing secara global, memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar, sekaligus berkelanjutan bagi destinasi dan masyarakat lokal.
Pendekatan Jangka Panjang Jadi Arah Kebijakan Kemenpar
Dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa pengembangan pariwisata Indonesia saat ini dilakukan dengan pendekatan jangka panjang. Kemenpar, menurutnya, tidak hanya berfokus pada pengelolaan momentum sesaat, tetapi secara konsisten menjalankan program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi bernilai tinggi.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, mendorong belanja yang lebih besar, serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih merata. Dengan strategi ini, pariwisata diharapkan tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi perekonomian nasional.
Segmen Unggulan Disiapkan untuk Pasar Premium dan Luxury
“Pengembangan difokuskan pada segmen unggulan seperti gastronomi, wisata bahari, dan wellness tourism, termasuk menyasar pasar premium dan luxury yang memiliki dampak ekonomi lebih besar,” kata Widiyanti.
Menurutnya, tren global pariwisata menunjukkan pergeseran preferensi wisatawan yang semakin mengutamakan pengalaman otentik, kenyamanan, keberlanjutan, serta kualitas layanan. Oleh karena itu, Indonesia perlu menyesuaikan arah pengembangan pariwisata agar mampu menjawab ekspektasi pasar internasional tersebut.
Penguatan Produk, Industri, dan Promosi Berbasis Cerita
Upaya mewujudkan pariwisata berkualitas dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengembangan produk wisata, penguatan ekosistem industri pariwisata, hingga strategi promosi yang lebih terarah. Kemenpar juga mendorong promosi berbasis event serta storytelling yang menampilkan keunikan budaya, alam, dan kekayaan lokal Indonesia di pasar global.
Wonderful Indonesia Award Jadi Bentuk Apresiasi Insan Pariwisata
Salah satu bentuk konkret dari upaya tersebut adalah penyelenggaraan Wonderful Indonesia Award. Ajang ini menjadi sarana apresiasi bagi para pelaku dan insan pariwisata yang dinilai memberikan kontribusi nyata dalam memajukan sektor pariwisata nasional.
Melalui penghargaan ini, Kemenpar berharap dapat memotivasi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan inovasi di sektor pariwisata.
Wisata Bahari Diperkuat Lewat Diving Directory Nasional
Selain itu, Kemenpar juga mengambil langkah strategis dengan merangkum destinasi wisata selam Indonesia dalam sebuah buku bertajuk “Wonderful Indonesia Diving Directory”. Buku ini disusun sebagai panduan terpadu bagi wisatawan selam, sekaligus sebagai upaya memperkuat aspek keselamatan dan daya saing wisata bahari Indonesia di tingkat internasional.
Widiyanti menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi wisata bahari yang sangat besar, dengan kekayaan biodiversitas laut yang diakui dunia. Oleh karena itu, penyusunan direktori tersebut diharapkan dapat meningkatkan standar layanan, memperkuat tata kelola destinasi selam, serta mendorong praktik pariwisata bahari yang berkelanjutan.
Prestasi Internasional Perkuat Reputasi Pariwisata Nasional
Pengembangan pariwisata berkualitas, lanjut Widiyanti, juga diperkuat oleh berbagai capaian prestasi Indonesia di tingkat internasional. Sepanjang tahun 2025, sektor pariwisata Indonesia berhasil meraih 153 penghargaan internasional yang mencerminkan pengakuan global terhadap kualitas destinasi dan layanan pariwisata nasional.
Tiga pengakuan utama di antaranya berasal dari La Liste Prancis, Michelin Keys, serta penghargaan Best Tourism Village dari UN Tourism.
“Penghargaan tersebut menegaskan reputasi pariwisata Indonesia berada pada level tertinggi dalam satu dekade terakhir,” ujarnya.
Pertumbuhan Positif Dinilai Sudah di Jalur Tepat
Widiyanti menilai, capaian tersebut tidak lepas dari konsistensi pemerintah dalam memperkuat kualitas destinasi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pariwisata, serta membangun sinergi lintas sektor.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menekankan bahwa pertumbuhan positif pariwisata Indonesia saat ini menunjukkan sektor tersebut berada pada jalur yang tepat. Pertumbuhan tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari arah kebijakan yang jelas dan fokus pada kualitas, bukan semata-mata angka kunjungan.
Target Jangka Panjang: Destinasi Bernilai Tinggi dan Berkelanjutan
Ke depan, Kemenpar berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi pariwisata Indonesia agar lebih adaptif terhadap perubahan tren global. Fokus pada segmen unggulan, penguatan daya saing destinasi, serta promosi yang tepat sasaran diharapkan mampu menjadikan pariwisata sebagai salah satu penggerak utama ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dengan strategi tersebut, Indonesia tidak hanya ditargetkan menjadi tujuan wisata populer, tetapi juga destinasi pilihan utama bagi wisatawan berkualitas yang mencari pengalaman bernilai tinggi.