JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga indeks pasar (HIP) bahan bakar nabati (BBN) untuk jenis biodiesel dan bioetanol pada periode Juni 2026. Grafik harga biodiesel menunjukkan tren penurunan, sedangkan bioetanol mengalami peningkatan.
Secara rinci, HIP biodiesel untuk Juni 2026 ditetapkan pada angka Rp14.643 per liter di luar ongkos angkut.
Nilai ini menyusut jika disandingkan dengan HIP biodiesel bulan Mei yang sempat menyentuh Rp14.917 per liter belum termasuk ongkos angkut.
Di sisi lain, nilai konversi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menjadi biodiesel berada di angka US$85 per metrik ton pada Mei 2026 ini.Besaran tersebut terpantau stabil dan belum berubah sejak Desember 2025 yang lalu.
Adapun kalkulasi HIP BBN untuk tipe biodiesel ini merujuk pada regulasi Diktum Kesatu Keputusan Menteri ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024 mengenai Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel yang Dicampurkan ke Dalam Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar.
Sementara untuk komponen biaya angkut didasarkan pada aturan Lampiran I Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025.
Mengacu pada regulasi tersebut, nominal HIP BBN biodiesel didapatkan lewat rumusan: HIP = (harga CPO KPB rata-rata + US$85 per ton) x 870 kg per m³ + ongkos angkut.
Di dalam formula ini, angka 870 kg per m³ bertindak selaku faktor konversi satuan dari kilogram ke liter. Sementara untuk penyetaraan nilai mata uang asing memakai acuan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia di angka Rp17.444 per US$.
Selanjutnya, HIP bioetanol ditetapkan sebesar Rp8.062 per liter untuk periode Juni 2026. Nilai jual tersebut merangkak naik jika dibandingkan dengan HIP bioetanol pada Mei 2026 yang tercatat sebesar Rp7.992 per liter.
Formulasi yang digunakan untuk menghitung HIP BBN bioetanol tersebut berpatokan pada aturan yang berlaku, yakni HIP = (harga tetes tebu KPB rata-rata periode 3 bulan x 4,125 kg per liter) + US$0,25 per liter.
Dalam hal ini, harga rata-rata tetes tebu KPB untuk rentang 15 Oktober 2025 sampai 14 Februari 2026 adalah Rp907 per kg.
Lebih lanjut, angka 4,125 kg per liter berfungsi sebagai faktor pengubah satuan dari kilogram menjadi liter. Kemudian, nominal US$0,25 per liter merupakan representasi dari nilai konversi bahan mentah menjadi produk bioetanol.
Dalam perhitungan ini, penyetaraan nilai kurs memakai acuan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp17.286 per US$.