Menhub Dudy Sebut Ada Rencana Evaluasi Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

Kamis, 11 Juni 2026 | 20:56:31 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi [FOTOM : NET].

Jakarta  - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan terdapat rencana peninjauan ulang terhadap tarif batas atas (TBA) tiket pesawat, walaupun buat waktu ini perusahaan maskapai baru menyetujui penyesuaian 'fuel surcharge'.

Merespons pertanyaan jurnalis seusai mengadakan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, Menhub mengutarakan dalam pertemuan tersebut tidak membicarakan perihal perubahan TBA bersama Kepala Negara.

"Itu nanti akan kami evaluasi dan sementara saat ini disepakati oleh para airlines yang diberlakukan adalah fuel surcharge yang di-adjust,” kata Menhub Dudy.

Mengenai fuel surcharge, perubahan tarif dijalankan guna menanggapi naik turunnya harga avtur serta menjamin keseimbangan antara biaya operasional perusahaan dan harga penerbangan masyarakat.

Pemerintah terdahulu telah merilis Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026 mengenai Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) sebagai imbas terjadinya Fluktuasi Bahan Bakar (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri pada Mei 2026.

Strategi tersebut diambil demi menyikapi dinamika harga bahan bakar pesawat yang merangkak naik, sekaligus demi memelihara kelangsungan industri penerbangan domestik dengan tetap memprioritaskan proteksi konsumen serta keterjangkauan ongkos angkutan udara.

Pada momen tersebut, Menhub pun menanggapi pertanyaan seputar desakan para pelaku usaha sektor transportasi lainnya yang mengharapkan adanya perubahan tarif, termasuk dari penyedia jasa transportasi penyeberangan.

"Kita harus lihat kondisinya, kita lihat. Karena walaupun transportasi seperti penyeberangan di sana juga ada subsidi, BBM subsidi yang dinikmati oleh para pelaku industri penyeberangan. Jadi, kita harus lihat," katanya.

Bukan cuma itu, Menhub memaparkan telah menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai perkembangan penutupan perlintasan sebidang atau jalur perlintasan langsung (JPL).

Dia mengabarkan sebanyak 172 perlintasan sebidang telah berhasil diselesaikan penutupannya oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan 490 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Dengan begitu, tersisa 1.148 titik lagi yang bakal segera ditutup sebagai rangkaian tindakan meminimalkan kecelakaan antara kereta api dengan moda transportasi jalan raya.

Terkini