Dana Asing Masuk Rp 387 Miliar ke BBCA, Buyback Jadi Penopang

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:12:01 WIB
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

JAKARTA - Di tengah tekanan jual yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,27% ke level 5.886,03, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru menjadi primadona investor asing. 

Pada perdagangan Kamis (11/6/2026), BBCA mencatatkan pembelian bersih (net buy) oleh investor asing sebesar Rp 387,96 miliar, nilai tertinggi di antara seluruh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. 

Masuknya aliran dana asing ini mendorong harga saham BBCA naik 3,1% atau Rp 175 menjadi Rp 5.825 per saham, melanjutkan tren penguatan selama tiga hari berturut-turut.

Minat investor terhadap BBCA didorong oleh valuasi sektor perbankan yang dinilai masih relatif murah. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan, dalam risetnya pada 2 Juni 2026, merekomendasikan beli untuk BBCA dengan target harga Rp 10.900 per saham. 

Menurutnya, valuasi BBCA yang berada di kisaran minus dua standar deviasi (-2SD) dari rata-rata Price to Book Value (P/BV) 10 tahun terakhir menciptakan peluang investasi yang menarik.

Selain itu, sentimen positif juga berasal dari aksi korporasi perseroan yang melakukan buyback saham dengan alokasi dana maksimal Rp 5 triliun untuk periode 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027. 

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyatakan bahwa buyback ini merupakan sinyal optimisme terhadap fundamental perusahaan dan prospek pasar modal Indonesia.

Tak hanya buyback, BCA juga dijadwalkan membagikan dividen interim senilai Rp 20 per saham yang akan dibayarkan pada 26 Juni 2026. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 15 Juni 2026. 

Aksi pembagian dividen ini didukung oleh kinerja keuangan perseroan yang solid, di mana BBCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 14,68 triliun per kuartal I-2026, dengan total ekuitas mencapai Rp 259,35 triliun.

Terkini