Bahlil Siapkan Kompor Listrik Bawah 900 kVA demi Konversi LPG

Senin, 15 Juni 2026 | 22:13:32 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia [FOTO : NET].

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengupayakan penyediaan kompor listrik dengan kapasitas daya di bawah 900 kilovolt ampere (kVA) bagi kalangan rumah tangga, selaku langkah peralihan kompor LPG menuju kompor listrik.

“Sebagai tahap awal, karena ada beberapa model kompor listrik, yang sekarang kami minta itu di sekitar di bawah 900 kVA, supaya rakyat yang di daerah-daerah, di desa itu bisa pakai,” ujar Bahlil ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

Kendati demikian, ia menuturkan belum menetapkan berapa jumlah unit kompor listrik yang bakal disediakan.

 Ia memprediksi kepastian mengenai total unit kompor listrik tersebut baru dapat dipublikasikan pada bulan Agustus.

Ia menguraikan bahwa saat ini pihak Indonesia melakukan impor sebanyak 80 persen dari total kebutuhan LPG nasional. 

Tiap tahunnya, sambung dia, devisa negara yang harus dialokasikan demi kepentingan impor LPG tersebut mencapai angka Rp120 triliun.

Berkaca pada harga minyak dunia seperti kondisi belakangan ini, ia menyebut devisa yang terpakai untuk impor LPG melambung hingga Rp130 triliun.

“Subsidinya sudah di atas Rp80 triliun. Kalau kondisi ini terus dibiarkan tanpa mencari diversifikasi bauran energi, itu akan menjadi masalah. Maka, alternatifnya adalah kompor listrik,” kata Bahlil.

Ia mengajukan usulan dana anggaran sebesar Rp815,56 miIiar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 demi menjalankan program kompor listrik dalam upaya memangkas ketergantungan terhadap impor LPG.

Rencana transisi dari penggunaan kompor LPG ke kompor listrik sejatinya sempat mengemuka pada periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Akan tetapi, pada September 2022, PT PLN (Persero) menghentikan program migrasi kompor LPG 3 kilogram (kg) ke kompor listrik demi merawat kenyamanan warga dalam fase pemulihan ekonomi setelah pandemi COVID-19.

Selanjutnya, saat terjadi lonjakan nilai harga energi imbas pecahnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno kembali mendesak pemerintah agar menempuh langkah transisi dari kompor gas menuju kompor listrik.

Eddy mengutarakan bahwa peralihan dari kompor gas menjadi kompor listrik memerlukan ongkos yang lebih rendah jika dikomparasikan dengan dana yang dikucurkan bagi subsidi impor LPG.

 Dirinya menyoroti perihal penggantian kompor LPG ke kompor listrik, mengingat nilai harga LPG ikut terimbas oleh fluktuasi harga minyak dunia yang semakin melonjak tinggi.

Terkini