Biaya Hidup Naik, Lender Fintech Individu Kini Lebih Selektif

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:58:01 WIB
Suku Bunga Tinggi Buat Lender Ritel Fintech Makin Selektif [FOTO : NET].

JAKARTA — PT Cicil Solusi Mitra Teknologi (Cicil) mengamati bahwa ketertarikan pemberi dana (lender) perorangan tetap tumbuh positif, kendati saat ini mereka cenderung lebih selektif dalam mengambil keputusan investasi pendanaan.

Berdasarkan penjelasan Direktur Cicil, Ivan Joshua Tandika, sikap cermat tersebut dipicu oleh tren suku bunga, keperluan arus kas (cash flow) pribadi, beban biaya hidup yang mengencang, serta atensi terhadap faktor risiko. 

“Sehiingga para lender lebih berhati-hati dalam melakukan pendanaan di situasi ekonomi saat ini,” ucapnya, dikutip pada Senin (15/6/2026).

Meski demikian, dirinya memandang animo dari lender perorangan masih berada di zona positif lantaran dipicu oleh pencarian alternatif instrumen investasi dengan imbal hasil yang bersaing serta pemahaman keuangan digital yang makin berkembang. 

“Serta kepercayaan terhadap platform yang memiliki tata kelola dan manajemen risiko yang baik,” sebut Ivan.

Adapun saat ini, pasokan modal Cicil bersumber dari kombinasi antara lender perorangan atau ritel dengan lender kelembagaan (institusi). Perpaduan ini menjadi strategi andalan Cicil guna mempertahankan basis pendanaan yang bervariasi, stabil, serta berkesinambungan.

Bagi Ivan, sokongan dari kedua kategori lender tersebut menyokong Cicil dalam merawat kelangsungan modal sekaligus mengokohkan kapasitas penyaluran pembiayaan secara lebih hati-hati (prudent) di tengah situasi ekonomi yang terus bergerak dinamis. 

“Ke depan, Cicil akan tetap mengembangkan kedua segmen lender, baik lender individu/ritel maupun lender institusi. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan,” tegasnya.

Dirinya menjabarkan bahwa keberadaan lender perorangan atau ritel bernilai penting demi memperlebar keterlibatan publik dalam ekosistem pembiayaan digital, sekaligus menyokong penetrasi inklusi keuangan. 

Sementara itu, lender institusi memegang andil dalam memperkokoh kapasitas serta stabilitas permodalan, utamanya dalam mendukung akselerasi bisnis jangka menengah hingga panjang.

“Oleh karena itu, strategi Cicil adalah menjaga keseimbangan antara lender individu/ritel dan lender institusi. Pendekatan ini dilakukan agar struktur pendanaan perusahaan tetap sehat, terdiversifikasi, prudent, dan berkelanjutan,” tutup Ivan.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghimpun data per April 2026, di mana realisasi pendanaan industri pinjaman daring (pindar) yang disokong oleh lender individu menyentuh angka Rp3,33 triliun. 

Di sisi lain, lender sektor Perbankan kedapatan masih merajai pasokan dana di industri pindar dengan capaian angka Rp66,25 triliun atau memegang porsi dominan sebesar 75,59%.

Terkini