Strategi Diversifikasi Bisnis Jadi Kunci Pertumbuhan PSAT di 2026

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:52:32 WIB
Direktur Keuangan PSAT, Wendi Arifin.

JAKARTA – PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) menetapkan diversifikasi bisnis sebagai strategi utama untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan sepanjang tahun 2026. 

Sebagai emiten jasa transportasi laut yang selama ini berfokus pada sektor pertambangan, perseroan kini berencana memperluas jangkauan ke berbagai jenis komoditas lain serta memperluas wilayah pengiriman.

Direktur Keuangan PSAT, Wendi Arifin, menyatakan bahwa langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada segmen tertentu. 

"Tahun 2026, perseroan akan memperkuat pertumbuhan melalui diversifikasi komoditas, perluasan wilayah pengiriman, dan pengembangan kerja sama dengan pelanggan baru," ujar Wendi dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Selain diversifikasi, perseroan akan mengoptimalkan kualitas layanan melalui penerapan customer relationship management (CRM), digitalisasi operasional, efisiensi sumber daya, serta penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance). 

Strategi ini merupakan tindak lanjut dari kinerja tahun 2025, di mana PSAT berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,07 triliun, tumbuh 9,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kendati pendapatan meningkat, laba bersih PSAT pada 2025 terkoreksi menjadi Rp 23 miliar dari Rp 242 miliar pada tahun sebelumnya. 

Hal ini dipicu oleh kenaikan biaya operasional akibat fluktuasi harga bahan bakar dan penggunaan kapal sewa jangka pendek demi menjaga kesinambungan layanan kepada pelanggan. 

Meski menekan profitabilitas jangka pendek, manajemen menilai penggunaan kapal sewa adalah langkah strategis untuk mempertahankan hubungan jangka panjang dengan klien.

Untuk memperkuat kapasitas operasional, PSAT terus menambah armada, yang tercermin dari kenaikan total aset sebesar 12% menjadi Rp 1,69 triliun pada 2025. 

Perseroan juga telah merealisasikan penggunaan dana hasil IPO untuk pembelian kapal melalui entitas anak usaha senilai Rp 175 miliar, serta pembiayaan operasional lainnya, guna memperkuat daya saing dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Terkini