AEI: Ulasan MSCI Momentum Perkuat Daya Saing Pasar Modal Indonesia

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:11:32 WIB
AEI: Kualitas Pasar Modal Indonesia Tetap Kompetitif Pasca-MSCI [FOTO : NET].

JAKARTA - Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (AEI), David Sutyanto, memandang hasil tinjauan MSCI sebagai titik balik untuk memperkokoh mutu pasar modal domestik agar kian berdaya saing di level internasional.

"Hasil ini bukan sinyal negatif terhadap pasar modal Indonesia, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pasar agar semakin kompetitif di mata investor global," kata David dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

David menjelaskan bahwa sejumlah indikator kunci dalam penilaian MSCI masih menegaskan ketahanan fondasi pasar modal nasional.

"Beberapa aspek seperti persyaratan investor, batas kepemilikan asing, ruang kepemilikan asing, kebebasan arus modal, pembukaan rekening investor, regulasi pasar, sistem kustodian, perdagangan, hingga ketersediaan instrumen investasi masih memperoleh penilaian yang relatif positif," tutur David.

Ia menyebutkan, kondisi ini membuktikan bahwa dari segi infrastruktur, aksesibilitas, dan keterbukaan, pasar Indonesia tetap menjadi fokus utama investor global sebagai pasar berkembang yang vital di Asia Pasifik.

Di sisi lain, ia tidak menampik adanya tantangan terkait arus informasi (information flow), namun menekankan bahwa hal tersebut bukanlah kelemahan mendasar yang mustahil dibenahi.

"Justru ini menjadi masukan yang sangat penting bagi regulator, bursa, emiten, analis, dan seluruh pelaku pasar untuk meningkatkan kualitas keterbukaan informasi, konsistensi komunikasi, serta akses data yang lebih setara bagi investor domestik maupun asing," ujar David.

David menegaskan bahwa penguatan kualitas informasi krusial untuk menarik minat investor. Menurutnya, daya tarik pasar bukan sekadar soal likuiditas atau skala, tetapi juga kemudahan akses informasi yang kredibel dan berstandar internasional. 

Pembenahan arus informasi dipandang sebagai langkah strategis menaikkan kelas pasar modal Indonesia serta membangun kepercayaan investor.

Sementara itu, Samuel Sekuritas Indonesia dalam risetnya menyimpulkan bahwa penurunan peringkat pada aspek Information Flow belum cukup menggoyahkan status Indonesia sebagai pasar berkembang. 

Dukungan seperti kewajiban pengungkapan pemegang saham minimal 1 persen, kerangka kerja High Shareholder Concentration (HSC), dan peta jalan free float 15 persen menjadi penopang utama.

"Faktor-faktor itu cukup untuk mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market," tulis Samuel Sekuritas.

Laporan MSCI yang dirilis Jumat (19/6) pagi mengevaluasi lima segmen Market Accessibility yang mencakup 18 kriteria. Hasilnya, 10 kriteria meraih predikat "++" (tertinggi/sesuai best practice), 6 kriteria mendapat "+," sementara kriteria Information Flow dan Foreign Exchange Market Liberalization Level dinilai "-" (negatif) karena memerlukan perbaikan.

Terkini