Tanggapi Evaluasi MSCI 2026, BEI Siap Perkuat Transparansi Pasar

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:32:01 WIB
MSCI Beri Catatan, BEI Siap Tingkatkan Transparansi Pasar Modal [FOTO : NET].

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan respons terhadap hasil evaluasi MSCI Global Market Accessibility Review 2026. Hasil penilaian ini merupakan indikator krusial bagi para investor global dalam menakar tingkat keterbukaan serta aksesibilitas di pasar modal tanah air.

Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menuturkan bahwa secara garis besar, penilaian MSCI masih mencatatkan poin positif bagi Indonesia. 

Walau begitu, tetap ada beberapa catatan yang perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak bursa dan pelaku pasar.

"Tentu kami mengapresiasi apa yang sudah disampaikan dan itu juga sudah menjadi bagian dari diskusi kami selama ini. Jadi tentu perbaikan-perbaikan akan terus kami lakukan. Yang pasti, satu hal adalah ke depan kami yakini akan menjadi lebih baik," kata Jeffrey di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, catatan-catatan yang diberikan MSCI sebenarnya sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang kini tengah dilaksanakan BEI secara berkesinambungan.

Dalam menindaklanjuti laporan tersebut, BEI akan berkomunikasi lebih lanjut dengan MSCI guna meminta penjelasan rinci, terutama terkait ketersediaan informasi dalam bahasa Inggris. 

Jeffrey menjelaskan bahwa emiten sejatinya sudah diwajibkan menyampaikan laporan keuangan dalam dua bahasa. 

Pihaknya kini ingin memastikan apakah ada jenis informasi lain yang dinilai MSCI belum sepenuhnya tersedia dalam bahasa Inggris.

"Sesuai peraturan Bursa, seluruh laporan keuangan itu sudah harus disampaikan dalam dua bahasa. Jadi yang dimaksud itu, apakah ada informasi lain, apakah yang disediakan oleh bursa saja atau yang disediakan juga oleh pihak-pihak lain di lingkungan pasar modal, Apakah emiten, apakah anggota bursa, apakah itu juga yang termasuk, ya tentu itu akan kami klarifikasi," ujar Jeffrey.

Selain soal bahasa, BEI juga menaruh perhatian pada aspek arus informasi yang penilaiannya turun dari kategori positif menjadi negatif.

 BEI menegaskan bahwa peningkatan kualitas arus informasi dan keterbukaan data merupakan bagian fundamental dari reformasi struktural yang terus mereka dorong demi menjaga efisiensi pasar. 

Meskipun ada catatan, BEI optimis pasar modal Indonesia tetap menunjukkan fundamental yang solid di mata investor global.

Terkini