Kementan Pamerkan Teknologi Pengubah CPO Jadi B100 di PENAS XVII

Senin, 22 Juni 2026 | 21:15:31 WIB
Inovasi Kementan: Mengubah CPO Jadi B100 pada Ajang PENAS XVII [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan Warehouse Hilirisasi Perkebunan yang menampilkan teknologi bioreaktor untuk mengubah minyak sawit mentah (CPO) menjadi bahan bakar nabati 100 persen atau B100, dalam gelaran Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo.

Teknologi bioreaktor itu dihadirkan Kementan melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan serta Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry dalam keterangannya di Jakarta, Senin menyatakan teknologi tersebut menawarkan solusi energi alternatif berbasis minyak sawit mentah atau CPO untuk menghasilkan biosolar B100. 

"Inovasi ini merupakan langkah strategis dalam mendorong transisi energi nasional berbasis sumber daya domestik, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak," katanya.

Dia menegaskan pengembangan teknologi hilirisasi perkebunan merupakan upaya untuk memperkuat kemandirian sektor pertanian Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan energi dan pangan di masa depan. Modernisasi pertanian tidak lagi sekadar berfokus pada peningkatan produksi, tambahnya, tetapi juga pada hilirisasi serta pemanfaatan teknologi supaya komoditas perkebunan mempunyai nilai tambah yang lebih tinggi.

"Inovasi seperti bioreaktor CPO menjadi B100 adalah contoh nyata bagaimana riset dan teknologi dapat menjawab kebutuhan energi nasional,” ujar Fadjry Djufry.

Ia menambahkan bahwa adanya Warehouse Hilirisasi Perkebunan di acara PENAS XVII menjadi sarana krusial guna mempercepat transfer teknologi kepada petani, penyuluh, serta pelaku usaha di seluruh daerah.

 "Melalui Gelar Teknologi ini, kami ingin memastikan bahwa inovasi tidak berhenti di laboratorium atau pameran, tetapi benar-benar sampai dan dapat diadopsi oleh petani di lapangan. Hilirisasi harus menjadi gerakan bersama agar perkebunan kami semakin berdaya saing dan berkelanjutan," katanya.

Pada hari pertama (Sabtu, 20/6) sebelum acara pembukaan oleh Wapres Gibran dimulai, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau sejumlah stan Gelar Teknologi yang ditampilkan dalam PENAS XVII, salah satunya Gelar Teknologi Hilirisasi Perkebunan yang dikemas dalam sebuah Warehouse Hilirisasi Perkebunan.

Sejumlah teknologi yang dipamerkan meliputi pengolahan B100 (biosolar) berbahan baku Crude Palm Oil (CPO) serta teknologi produksi Virgin Coconut Oil (VCO) melalui metode kering yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

 Selain teknologi hilirisasi, Warehouse Hilirisasi Perkebunan juga menampilkan beraneka produk inovatif berbasis komoditas perkebunan yang mendukung program pangan bergizi dan pencegahan stunting.

Produk yang dipamerkan mencakup Minyak Makan Merah, Oleofood Sawit, Jamur Sawit, Gula Merah Sawit, serta beragam produk pangan berbasis sawit yang kaya akan Vitamin A dan Vitamin E. 

Menurut beberapa pengunjung, kehadiran teknologi bioreaktor CPO menjadi gambaran nyata bagaimana sektor perkebunan, terutama kelapa sawit, dapat berperan lebih luas dalam mendukung ketahanan energi nasional. 

Selain B100, pengunjung juga diperkenalkan pada pengembangan biodiesel bertahap seperti B35 hingga B50 yang tengah didorong pemerintah sebagai bagian dari penguatan bauran energi nasional.

Selain itu, pemanfaatan limbah perkebunan untuk energi terbarukan seperti biogas dan biopelet juga menjadi materi edukasi yang menarik perhatian. 

Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang berlangsung selama 20 – 25 Juni 2026 di kawasan GORR David-Tony, Desa Hepu Hulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo ini merupakan ajang temu karya, inovasi, kemitraan, serta penguatan kolaborasi antara petani, nelayan, penyuluh pertanian, pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dari seluruh Indonesia.

Terkini