Indonesia Dapat Tambahan Pasokan LPG dari Proyek Inpex Australia

Selasa, 23 Juni 2026 | 20:07:01 WIB
Tutup Celah Pasokan, RI Impor Tambahan LPG dari Australia [FOTO: NET].

JAKARTA — Indonesia kini memperoleh tambahan pasokan liquefied petroleum gas (LPG) dari Australia guna mengatasi kekurangan akibat terhambatnya distribusi dari Timur Tengah. Kondisi ini muncul seiring dengan penutupan Selat Hormuz yang memberikan dampak signifikan terhadap rantai pasok energi secara global.

Sepanjang tahun 2026, volume kargo LPG dari Australia yang dikirim ke Indonesia melonjak setidaknya tiga kali lipat dibandingkan periode tahun 2025. Pasokan tersebut diperoleh dari Ichthys Project yang dikelola oleh INPEX.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menyampaikan bahwa pengiriman kargo tambahan ini membantu Indonesia dalam memenuhi kebutuhan LPG pada masa yang krusial. 

“Ketika gangguan di Timur Tengah memengaruhi rantai pasok global, Indonesia dan Australia saling mendukung dengan meningkatnya ekspor urea Indonesia ke Australia serta bertambahnya pasokan LPG Australia ke Indonesia," ujar Brazier, dikutip dari siaran pers, Selasa (23/6/2026).

Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyatakan bahwa kerja sama ini mencerminkan persahabatan serta kemitraan yang erat antara kedua negara. 

"Hal ini menunjukkan bagaimana kedua negara dapat bekerja sama untuk memperkuat ketahanan energi, meningkatkan resiliensi rantai pasok, serta mendorong kepentingan ekonomi bersama," tutur Vahd.

Penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan berhentinya salah satu sumber pasokan utama LPG dunia, yang berdampak bagi rumah tangga serta dunia usaha yang menggunakannya untuk memasak. 

Kargo LPG dari Australia berasal dari Ichthys Project yang beroperasi di Australia Barat dan Northern Territory, yang juga mempertegas keterkaitan erat antara industri Indonesia dan sektor sumber daya Australia.

Terkini