JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) membagikan bantuan pangan berupa beras sebanyak 5 ton kepada warga terdampak bencana gempa bumi di Kecamatan Kamarora, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng).
"Jadi bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang masih berusaha bangkit setelah terdampak bencana gempa bumi di daerah setempat," kata Zulhas di Sigi, Rabu (24/06/2026).
Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat berkomitmen penuh dalam mengoptimalkan penanganan pascabencana, salah satunya dengan menjamin pasokan kebutuhan pokok masyarakat tercukupi secara optimal.
"Tentu pentingnya ketahanan pangan menjadi salah satu aspek yang harus dijaga selama proses pemulihan berlangsung di lokasi bencana gempa bumi," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa kedatangan perwakilan pemerintah pusat bertujuan agar akselerasi pemulihan di area terdampak bisa terwujud secepatnya sehingga aktivitas warga dapat pulih seperti sedia kala.
"Hadirnya pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapat dukungan yang dibutuhkan selama masa pemulihan pascabencana gempa bumi," sebutnya.
Tercatat bahwa paket bantuan yang diserahkan oleh Menko Pangan kepada para korban gempa di Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi meliputi dana tunai senilai Rp200 juta serta beras seberat lima ton.
Selain itu, disalurkan pula bantuan logistik lain berupa 500 karung beras kemasan 5 kilogram, mi instan sebanyak 200 kotak, telur sejumlah 200 rak, air mineral sebanyak 400 karton, hingga beragam kebutuhan pokok seperti popok bayi, peralatan sanitasi, serta tenda darurat.
Merujuk pada data milik Satgas Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Sigi sampai Selasa (23/6) pukul 18.00 WITA, bencana tektonik ini telah mengakibatkan kerusakan minimal pada 3.032 hunian warga, dengan detail 1.959 unit rusak ringan, 796 unit rusak sedang, dan 277 unit rusak berat.
Sementara untuk total korban jiwa, terdata sebanyak 14 orang mengalami luka berat, 78 orang luka ringan, dan tiga orang warga dilaporkan meninggal dunia.