Bapanas: Penyaluran CBP untuk Stabilitas Pasokan Tembus 1,02 Juta Ton

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:52:31 WIB
Jaga Stabilitas Pasar, Bapanas Salurkan 1,02 Juta Ton Beras CBP [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan realisasi pendistribusian cadangan beras pemerintah (CBP) dalam rangka mempertahankan stabilitas ketersediaan serta nilai jual beras sudah menembus angka 1,02 juta ton sampai dengan minggu ketiga Juni 2026.

"Per 23 Juni dalam catatan Bapanas, realisasi penyaluran CBP ke masyarakat untuk anggaran 2026 telah menyentuh total 1,02 juta ton," kata Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan di Jakarta, Kamis (25/06/2026).

Bapanas merinci bahwa realisasi penggelontoran komoditas penyeimbang tersebut meliputi penyediaan bantuan pangan beras sebesar 601,7 ribu ton, agenda stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) beras sebanyak 367,8 ribu ton, alokasi anggaran khusus bagi aparatur sipil negara (ASN) di area tertentu sebesar 38 ribu ton, serta sektor penanganan kedaruratan sebanyak 11,3 ribu ton.

Di sisi lain, total volume persediaan cadangan beras pemerintah yang berada di bawah tata kelola Perum Bulog per 23 Juni berada pada posisi 5,17 juta ton. Jumlah ketersediaan tersebut berasal dari penyerapan setara beras hasil panen domestik sejak awal periode 2026 yang menembus 3,23 juta ton.

Bukan hanya itu, jumlah ini turut didukung oleh sisa persediaan pada pengujung tahun 2025 yang tercatat masih menyisakan 3,24 juta ton, di mana jumlah tersebut murni didapatkan dari capaian pengadaan setara beras hasil panen dalam negeri sepanjang tahun 2025 yang menyentuh angka 3,43 juta ton tanpa melibatkan jalur impor.

Bapanas mengamati nilai jual beras per 22 Juni 2026 terpantau masih cukup aman, dengan rata-rata harga untuk varian beras medium bertengger di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan oleh pihak otoritas.

Walau didapati adanya lonjakan nilai jual beras dalam rentang satu bulan ke belakang, Bapanas menganggap fluktuasi harga tersebut sejauh ini masih berada dalam batas aman HET beras medium, sehingga situasi perdagangan di pasar tetap kondusif.

Adapun untuk wilayah Zona I (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi), Bapanas merinci rata-rata harga per 22 Juni menyentuh nominal Rp13.080 per kilogram (kg), dengan patokan HET beras medium Zona I sebesar Rp13.500 per kg.

Provinsi Sulawesi Selatan menjelma sebagai wilayah dengan rata-rata harga varian beras medium paling ekonomis senilai Rp12.665 per kg, sedangkan Sulawesi Tengah menduduki peringkat rata-rata harga paling tinggi di angka Rp13.847 per kg.

Untuk area Zona II (Sumatera selain Lampung dan Sumsel, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan), perolehan rata-rata harga pada 22 Juni bertengger di angka Rp13.704 per kg dengan batas HET senilai Rp14.000 per kg.

Jambi memosisikan diri sebagai daerah dengan rata-rata harga varian beras medium paling bersahabat senilai Rp12.595 per kg, sementara area dengan posisi rata-rata harga paling melambung ditempati oleh Kalimantan Timur sebesar Rp14.586 per kg.

Terakhir, pada area Zona III (Maluku, Papua), tingkat rata-rata harga varian beras medium per 22 Juni berada pada batas Rp15.244 per kg dengan ketetapan HET senilai Rp15.500 per kg.

Wilayah dengan tingkat rata-rata harga beras medium paling rendah tercatat berada di Maluku sebesar Rp14.700 per kg, sebaliknya wilayah dengan rata-rata harga beras medium paling menjulang ditemukan di Papua Pegunungan yang menyentuh Rp20.000 per kg.

Terkini