Menhub: Jembatan Donat Dukuh Atas Integrasikan Enam Moda

Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:31:31 WIB
TOD Jembatan Donat Dukuh Atas Bakal Hubungkan Enam Moda Kereta [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengutarakan bahwa proyek kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) di Stasiun Sudirman, Jakarta, yang populer dijuluki "Jembatan Donat Dukuh Atas" bakal memadukan enam moda transportasi sekaligus, demi memperkokoh interkoneksi serta memudahkan pergerakan warga di area Jakarta.

"Nanti, di TOD tersebut kita akan melihat konektivitas transportasi Jakarta enam moda," kata Menhub dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Jumat (27/06/2026).

Ia menguraikan bahwa enam jenis angkutan berbasis rel yang bakal saling terhubung secara padu di lokasi itu meliputi KRL Commuter Line, Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, LRT Jakarta, serta Kereta Bandara Soekarno-Hatta.

Lewat skema tersebut, TOD Stasiun Sudirman bakal bertindak selaku hub integrasi bagi enam moda transportasi dalam rangka mengatrol aspek kemudahan pergantian penumpang ataupun akses mobilitas bagi masyarakat di Jakarta.

Menurut penjelasan Menhub, pengerjaan Jembatan Donat ini ditargetkan rampung pada 2028 dan segenap proses pembangunannya dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lewat PT MRT Jakarta (Perseroda).

"Yang donat itu diharapkan bisa selesai di 2028. Dan itu sepenuhnya akan dikerjakan oleh pemda (Pemprov Jakarta) melalui MRT," jelas Menhub.

Dudy memaparkan bahwa wilayah berkonsep transit TOD itu didesain menjadi pusat keterhubungan yang mempertemukan bermacam layanan angkutan massal, dengan begitu mobilisasi harian masyarakat dapat bergulir secara lebih lekas, nyaman, dan efisien.

Ia menambahkan bahwa istilah tersebut untuk sementara ini akrab disapa Jembatan Donat merujuk pada wujud desain fisik serta fungsinya selaku penghubung antarmoda, walaupun titel resmi dari kawasan itu sampai saat ini tengah digodok.

"Jadi ada eloquence enam, semuanya sih kereta, tapi diharapkan bahwa Jakarta akan terkoneksi secara lebih luas lagi. Kita belum kasih nama, sementara kita bilang 'Jembatan Donat'," jelasnya.

Hadirnya TOD itu diproyeksikan mampu menjadi episentrum keterhubungan baru yang merajut segenap jejaring perkeretaapian serta angkutan publik di Jakarta, agar perjalanan masyarakat kian terintegrasi menuju bermacam destinasi.

Lewat adanya penyatuan ini, para pengguna angkutan umum tidak bakal lagi menjumpai proses operan antarmoda yang berbelit lantaran segenap sistem pelayanan telah dipola agar saling bertautan di dalam satu wilayah transit TOD yang padu.

Pihak pemerintah menaruh harapan agar ekspansi area ini kian menstimulasi publik untuk berpindah memakai kendaraan umum karena perpindahan antarjalur menjadi lebih praktis, durasi perjalanan makin ringkas, serta kualitas pelayanan kepada penumpang kian optimal.

"TOD Donat atau hub Donat yang akan menghubungkan semua wilayah, semua kereta api kita di wilayah Jakarta ini, sehingga masyarakat bisa mengakses seluruh wilayah DKI Jakarta dengan dengan mudah," kata Dudy.

Terkini