Dirut Bulog Tegaskan Penyerapan Gabah Berlanjut Sepanjang Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 18:52:31 WIB
Bulog Konsisten Serap Gabah Petani Demi Jaga Cadangan Pangan [FOTO: NET].

JAKARTA- Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan penyerapan gabah serta beras hasil petani domestik tetap berjalan sepanjang tahun selaras dengan perintah pemerintah demi menjaga kestabilan harga, mengokohkan cadangan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Penyerapan gabah yang kami lakukan merupakan penugasan negara. Selama masih terdapat hasil panen petani yang harus diserap sesuai ketentuan, Bulog akan terus hadir menjalankan tugas tersebut secara konsisten sepanjang tahun,” kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Senin (29/06/2026).

Dia mengutarakan hal itu dalam merespons bermacam saran dari para pelaku usaha penggilingan padi seputar gejolak pasokan gabah menjelang selesainya masa panen.

Terkait perkara itu, Rizal menandaskan aktivitas pemenuhan gabah hasil panen petani tetap dijalankan secara berkesinambungan sepanjang tahun selaku perwujudan mandat pemerintah layaknya yang diamanatkan pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026.

Rizal memaparkan pihaknya mempunyai kewajiban untuk andil dalam menggaransi hasil panen petani tertampung dengan optimal serta mendapatkan nilai jual yang pantas berpatokan pada aturan pemerintah.

Ia membeberkan sampai 29 Juni 2026 realisasi pemenuhan gabah beras domestik yang dieksekusi oleh BUMN sektor pangan ini sudah menyentuh 3,24 juta ton setara beras atau berkisar 81 persen dari akumulasi target 4 juta ton sepanjang tahun.

Menurut pandangannya, Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 menjadi pijakan bagi korporasi dalam mengokohkan cadangan beras pemerintah (CBP), merawat kestabilan harga gabah pada level petani, sekalian menyokohkan terwujudnya ketahanan pangan nasional.

Pihak Bulog mengerti adanya beraneka saran dari pelaku usaha penggilingan padi mengenai gejolak pasokan gabah. 

Walau begitu, mandat penyerapan gabah menjadi ketetapan pemerintah yang ditujukan untuk memayungi petani selaku produsen primer pangan tanah air.

“Kami menghormati setiap masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Namun di sisi lain, Bulog memiliki tanggung jawab untuk menjalankan amanat pemerintah," ucap Rizal.

"Prinsip kami adalah menjaga keseimbangan, melindungi petani, memperkuat cadangan pangan nasional, serta membangun kolaborasi dengan seluruh pelaku usaha perberasan,” tambahnya.

Bulog menandaskan eksistensinya bukan ditujukan untuk berkompetisi dengan pihak penggilingan padi ataupun pelaku sektor usaha lainnya, melainkan memosisikan diri sebagai peranti pemerintah dalam merawat stabilitas perberasan nasional.

"Selama ini Bulog juga menjalin kemitraan dengan ribuan penggilingan padi di berbagai daerah dalam pengadaan beras untuk memenuhi cadangan beras pemerintah," kata dia.

Ke depan, Rizal mengimbuhkan, Bulog bakal konsisten mengeksekusi mandat pemerintah secara profesional, terbuka, serta akuntabel, sekaligus memperkokoh kemitraan bersama seluruh pemangku kepentingan demi melahirkan ekosistem perberasan nasional yang sehat, adil, dan berkelanjutan.

Terkini