Sering Mengompol Saat Hamil, Normal atau Bahaya? Ini Kata Ahli

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:24:31 WIB
Penyebab Ibu Hamil Mudah Mengompol dan Kapan Harus Waspada [FOTO: NET].

JAKARTA – Sejumlah ibu hamil kerap mengeluhkan intensitas buang air kecil yang meningkat atau kesulitan dalam menahan kencing, khususnya seiring bertambahnya usia kandungan.

Masalah ini sering kali dipandang sebagai fenomena yang lumrah terjadi selama masa kehamilan, sehingga banyak yang memilih untuk mendiamkannya. 

Padahal, berdasarkan penjelasan Prof. Dr. dr. Harrina E. Rahardjo, Sp.U (K), PhD, berbagai perubahan selama hamil memang dapat memengaruhi kinerja kandung kemih.

Walaupun sebagian keluhan tersebut masih dalam batas wajar, kondisi ini tetap harus dicermati lantaran pada beberapa situasi dapat menjadi indikasi adanya gangguan saluran kemih yang memerlukan perawatan medis.

Tekanan rahim membuat kandung kemih lebih sensitif

Seiring berkembangnya usia kehamilan, ukuran rahim bakal terus membesar demi menyesuaikan pertumbuhan janin di dalamnya.

Keadaan tersebut memicu peningkatan tekanan di dalam rongga perut dan memengaruhi organ-organ di sekelilingnya, tidak terkecuali kandung kemih. 

Prof. Harrina menyampaikan bahwa tekanan inilah yang memicu ibu hamil lebih gampang mengalami kebocoran urine ataupun kesulitan menahan hasrat berkemih.

“Adanya bayi di dalam rahim bisa memicu adanya tekanan di perut ibu, terlebih perutnya akan terus membesar. Hal ini yang membuat ibu hamil mudah mengompol atau sulit menahan kencing,” kata Prof. Harrina dalam Media Briefing Siloam Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic di Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026).

Menurut penjelasannya, letak rahim yang tepat berada di belakang kandung kemih memicu kedua organ tersebut saling memengaruhi di sepanjang masa kehamilan.

“Adanya bayi menambah penekanan di kandung kemih, apalagi rahim itu letaknya persis di belakang kandung kemih,” ujarnya.

Efek dari tekanan itu membuat kandung kemih menjadi lebih sensitif terhadap volume urine yang tertampung, sehingga rangsangan untuk buang air kecil muncul lebih cepat dari biasanya.

“Rahim bisa menekan kandung kemih, maka tak heran jika kandung kemih akan lebih sensitif terhadap air karena ada tekanan dari belakang,” jelasnya.

Keadaan inilah yang memicu ibu hamil kerap merasa ingin pergi ke toilet meskipun urine yang dikeluarkan nantinya tidak terlampau banyak.

Kehamilan juga meningkatkan risiko gangguan berkemih

Selain diakibatkan oleh tekanan fisik dari rahim, perempuan hamil juga lebih rentan terserang beberapa tipe gangguan berkemih. 

Prof. Harrina memaparkan, salah satu masalah yang bisa muncul ialah stress incontinence, yakni keluarnya urine secara tidak sadar sewaktu tekanan di perut melonjak.

“Selain itu, bisa juga karena timbul salah satu jenis gangguan kemih, seperti stress incontinence. Misalnya, ketika batuk jadi mengompol atau saat tertawa,” katanya.

Pada gangguan ini, tindakan sederhana seperti batuk, bersin, terbahak-bahak, atau mengangkat beban yang ringan bisa memicu urine keluar karena otot dasar panggul memperoleh tekanan tambahan.

Tidak hanya itu, pergeseran hormon selama masa kehamilan pun dapat memperbesar risiko terjadinya infeksi saluran kemih.

“Gangguan yang bisa terjadi pada ibu hamil adalah infeksi saluran kemih, karena adanya perubahan hormon dan lain-lain,” ujar Prof. Harrina.

Kasus infeksi saluran kemih pada perempuan hamil tidak boleh dipandang sebelah mata lantaran berisiko berkembang menjadi infeksi yang jauh lebih parah jika tidak lekas diatasi.

Jangan abaikan keluhan sulit menahan kencing

Walaupun sering dianggap sebagai konsekuensi dari proses mengandung, keluhan sulit menahan kencing atau gampang mengompol tetap harus mendapatkan evaluasi dari petugas medis, terutama bila frekuensinya makin sering atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

Prof. Harrina berpendapat, deteksi sejak awal sangat krusial demi memastikan apakah keluhan itu murni dipicu oleh perubahan fisiologis selama mengandung atau sudah berikatan dengan masalah saluran kemih yang butuh penanganan medis.

“Jika ada ibu hamil yang keluhannya susah menahan kencing, mudah mengompol, maka harus segera diperiksakan sebelum semakin membahayakan kehamilan,” tegasnya.

Melalui pemeriksaan yang akurat, dokter dapat mengidentifikasi pemicu keluhan sekaligus memberikan pengobatan yang tepat serta aman bagi keselamatan ibu maupun janin.

Oleh karena itu, para ibu hamil sangat tidak disarankan menahan diri untuk melakukan konsultasi apabila mulai merasakan adanya perubahan pola berkemih yang janggal, terutama jika dibarengi rasa nyeri, demam, urine berbau tajam, atau gejala lain yang mengarah pada infeksi saluran kemih.

Terkini