Zulhas Targetkan 40 Ribu Kopdes Beroperasi Oktober 2026

Minggu, 05 Juli 2026 | 14:38:31 WIB
Pemerintah Targetkan 40 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi [FOTO: NET].

JAAKRTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengutarakan bahwa pemerintah pusat menetapkan target Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebanyak 40 ribu unit bakal mulai beroperasi pada Oktober 2026 mendatang.

"Sekarang kami fokus 40 ribu akan diselesaikan, saya sudah rapat dengan Bapan dan seluruh kementerian terkait, fokus tahun ini untuk 40 ribu, bahkan pak Tandiyo akan mengatakan bahwa sampai 36 ribu lebih tapi kami kemungkinan cadangan sampai 40 ribu tahun ini," kata Zulhas sapaan akrab Ketua PAN itu, di Makassar, Sabtu (4/7/2026).

Zulkifli Hasan memastikan pembentukan organisasi koperasi tersebut ditargetkan selesai pada September 2026 nanti. Dan untuk saat ini, proses pembangunan kelembagaan masih terus berjalan.

"Koperasinya belum jadi, akan jadi nanti September. Managernya itu selesai September, berarti akan beroperasi Oktober kira-kira baru mulai," katanya.

Zulkifli Hasan menjelaskan, koperasi desa tersebut bukan hanya sekadar gerai berbelanja bagi warga, melainkan juga berfungsi sebagai tempat penampung pasokan hasil bumi masyarakat setempat.

"Kopdes itu bukan supermarket, bukan. Kopdes itu infrastruktur pemerintah untuk memotong rantai pasok. Contoh saya putuskan akan membagi 33 juta lebih desil 1-2 beras, total 1 juta ton selama 3 bulan. Yang membagi itu kopdes, siapa pengurusnya kepala desa dan kawan-kawan," jelasnya.

Zulkifli Hasan memaparkan, ke depannya program bantuan dari pemerintah bakal dipusatkan lewat koperasi tersebut. Mulai dari penyaluran bantuan sosial, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga fasilitas pembayaran keperluan masyarakat diproyeksikan bisa diakses lewat Kopdes Merah Putih.

"PKH, bantuan alsintan dan semua bantuan pemerintah nanti di drop ke kopdes. Kopdes yang bagikan ke masyarakat. Bayar listrik dan bayar telpon nanti di kopdes. Yang subsidi pupuk dan gas nanti dijual di Kopdes," lanjutnya.

Di samping itu, koperasi desa ini pun akan berperan sebagai jaringan distribusi dan berfungsi sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi warga. Langkah ini diterapkan guna menjamin para petani serta nelayan tetap mendapatkan tingkat harga yang stabil sewaktu nilai jual di pasaran tengah merosot.

"Kalau gabah di bawah Rp 6.500, nelayan ikannya di bawah standar, kopdes akan membeli. Itu namanya offtaker," kata Zulhas.

Terkini