Kemdiktisaintek Dorong Mutu Kampus via Implementasi SPMI

Senin, 06 Juli 2026 | 19:07:01 WIB
Tingkatkan Mutu Kampus, Kemdiktisaintek Dorong Penerapan SPMI [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) ialah instrumen strategis guna mendongkrak kualitas perguruan tinggi di Indonesia secara berkelanjutan.

Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa (Belmawa) Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja dalam agenda Sosialisasi Buku Pedoman Implementasi SPMI bagi Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Akademik di Jakarta, Senin, menjelaskan langkah peningkatan kualitas pendidikan tinggi sejatinya ialah sebuah tanggung jawab kolektif yang mesti dijalankan secara terencana, sistematis, serta berkesinambungan oleh segenap komponen kampus.

"Dalam konteks tersebut Sistem Penjaminan Mutu Internal menjadi instrumen strategis yang memastikan seluruh proses penyelenggaraan pendidikan tinggi berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan," ujarnya.

Lebih dari sekadar sistem pengawasan, sambung dia, penerapan SPMI secara konsisten dianggap sanggup menumbuhkan dan memacu terciptanya budaya mutu yang tangguh serta mandiri di lingkungan perguruan tinggi.

Guna menciptakan ekosistem penjaminan mutu yang ideal itu, Kemdiktisaintek meluncurkan Buku Pedoman Implementasi SPMI yang didesain sebagai instrumen navigasi menyeluruh bagi para penyelenggara pendidikan akademik.

Beny menerangkan buku panduan tersebut disusun secara terstruktur guna menyokong pihak perguruan tinggi dalam merancang dan menjalankan sistem penjaminan mutu yang benar-benar relevan dengan visi serta misi spesifik di tiap-tiap kampus.

Dengan kehadiran panduan dan kebebasan berekspresi sesuai misi kampus itu, proses pengembangan standardisasi mutu di lembaga pendidikan tinggi diyakini bakal berjalan jauh lebih membumi, efektif, serta efisien.

Melalui forum sosialisasi berskala nasional ini, Beny menaruh harapan besar agar segenap perwakilan kampus dapat menyerap substansi pedoman secara utuh, memahami taktik implementasi, hingga mengadopsi bermacam praktik baik (best practices) dari institusi lain.

"Dengan demikian implementasi SPMI tidak hanya menjadi pemenuhan regulasi, tetapi benar-benar menjadi budaya yang mengakar dalam setiap aktivitas akademik dan non-akademik, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi secara nasional," tutur Beny Bandanadjaja.

Terkini