Langkah Eala di Wimbledon 2026 Terhenti di Tangan Paolini

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:47:32 WIB
Tekuk Eala, Jasmine Paolini Melaju ke Perempat Final Wimbledon [FOTO: NET].

JAKARTA - Catatan impresif yang ditorehkan oleh petenis asal Filipina, Alexandra Eala, dalam kompetisi Wimbledon 2026 terpaksa kandas di hadapan Jasmine Paolini. Petenis berkebangsaan Italia tersebut berhasil memenangi duel babak keempat yang dilangsungkan di Centre Court, All England Club, London, pada Senin (6/7) waktu setempat.

Paolini mengunci kemenangan lewat skor 6-4, 4-6, 6-3 pada laga alot yang berdurasi selama 2 jam 22 menit demi menjegal langkah Eala, yang pada fase sebelumnya sukses membuat kejutan besar dengan mendepak sang juara bertahan asal Polandia, Iga Swiatek.

"Melangkah ke lapangan ini selalu menjadi sesuatu yang istimewa dan saya sangat menantikannya. Atmosfer di sini luar biasa. Saya merasa sangat beruntung bisa bermain di sini dan meraih kemenangan," kata Paolini seusai pertandingan, dikutip dari WTA, Selasa.

Berkat hasil positif ini, Paolini berhasil mengamankan tiket perempat final Wimbledon untuk kedua kalinya sepanjang karier—setelah sebelumnya menjadi finalis pada musim 2024—dan dijadwalkan berjumpa dengan wakil Ukraina, Martha Kostyuk. Capaian tersebut menempatkan Paolini sebagai petenis putri Italia pertama yang mampu menembus babak delapan besar Wimbledon lebih dari satu kali.

Ia pun mengukir rekor sebagai petenis putri Italia pertama sejak Garbine Muguruza pada Australian Open 2020 yang sanggup melangkah ke perempat final Grand Slam usai sempat menelan kekalahan telak 0-6 pada set pembuka di awal turnamen.

Semenjak hasil minor pada set pertama melawan petenis Amerika Serikat, Robin Montgomery, di babak pembuka, grafik performa Paolini terus menunjukkan peningkatan. 

Keberhasilan menundukkan Eala ini sekaligus memperpanjang rekor empat kemenangan beruntun pertamanya sepanjang kalender WTA Tour 2026.

Selain menyisihkan nama Eala dan Montgomery, dalam jalurnya menuju babak delapan besar, Paolini juga sukses menyingkirkan tantangan dari petenis Swiss, Viktorija Golubic, serta Maria Sakkari yang menjadi andalan Yunani.

Faktor krusial yang mendasari kemenangan Paolini atas Eala berada pada efektivitas pukulan servis keduanya. Ia sukses mengamankan 20 dari total 31 poin servis kedua, atau setara dengan kisaran 65 persen.

Pada set pamungkas, performa Paolini kian tidak terbendung dengan memenangi 94 persen poin yang bersumber dari servis pertamanya, hanya kecolongan lima poin saat memegang servis, serta bersih dari ancaman break point.

Di samping itu, ketangkasan Paolini dalam bermain di area net kembali bertransformasi menjadi kartu as. Kendati harus membatasi intensitas bermain di sektor ganda imbas cedera kaki yang belum pulih total, insting dari petenis berumur 30 tahun tersebut terbukti tetap tajam.

Saat berhadapan dengan Eala, Paolini sukses mengonversi 18 dari total 27 poin ketika bergerak maju mendekati net. Sepanjang tiga laga pamungkasnya di rumput Wimbledon, ia membukukan rekor apik dengan memenangi 53 dari 75 poin di sektor tersebut.

Statistik menawan ini menyejajarkan Paolini sebagai petenis putri Italia kelima pada era tenis modern (Open) yang mampu mencicipi minimal tiga babak perempat final tunggal Grand Slam, menyamai torehan dari Sara Errani, Flavia Pennetta, Francesca Schiavone, serta Roberta Vinci.

Pada fase perempat final nanti, Paolini akan ditantang oleh unggulan ke-13, Kostyuk, yang lolos ke fase delapan besar usai menumbangkan Ashlyn Krueger lewat skor kembar 6-4, 6-4 dalam tempo 1 jam 23 menit. 

Kostyuk mempertontonkan performa gemilang dengan meraup 81 persen poin di depan net, mengamankan 64 persen poin dari servis kedua, serta mengoleksi 22 winner dengan catatan hanya melakukan 13 unforced error.

Pertandingan mendatang bakal menjadi bentrokan perdana antara Paolini dan Kostyuk di atas permukaan lapangan rumput. 

Menilik dua pertemuan terakhir di babak utama, Paolini selalu keluar sebagai pemenang, sedangkan Kostyuk tercatat pernah mengandaskan Paolini pada sesi kualifikasi Cincinnati 2022.

"Dia bermain sangat baik tahun ini. Permainannya berkembang pesat. Dia sangat agresif, atletis, dan bergerak dengan sangat baik di lapangan. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit dan kami harus mempersiapkannya dengan baik," ujar Paolini.

Terkini