JAKARTA - Petenis peringkat satu dunia Jannik Sinner melangkah ke partai final Wimbledon 2026 seusai mendepak sang pemilik tujuh gelar juara, Novak Djokovic, lewat keunggulan straight set 6-4, 6-4, 6-4 pada pertempuran semifinal di Centre Court, Sabtu WIB.
Keunggulan itu menjelma momen pembalasan dendam Sinner atas hasil negatif dari Djokovic pada semifinal Australia Open di awal musim ini, sekaligus membawanya menuju partai puncak Wimbledon untuk tahun kedua berturut-turut.
"Atmosfernya luar biasa sejak hari pertama dan sangat berarti bagi saya bisa bermain satu final lagi di sini. Ini adalah turnamen paling spesial yang kami miliki," kata Sinner.
Dirinya pun memberikan apresiasi tinggi kepada Djokovic yang dinilainya masih menjelma figur inspiratif untuk generasi anyar tenis jagat.
"Bermain melawan Novak selalu istimewa. Apa yang masih ia tunjukkan hingga saat ini sungguh luar biasa dan menjadi inspirasi bagi banyak orang," ujar petenis Italia itu.
Sinner, yang merengkuh trofi Wimbledon untuk kali pertama pada 2025 selepas menumbangkan Carlos Alcaraz di final, saat ini berkesempatan mengamankan gelarnya tatkala menantang unggulan kedua Alexander Zverev di laga puncak, Minggu (12/7).
Bila kembali naik podium juara, Sinner bersama Alcaraz bakal mengamankan 10 dari 11 trofi Grand Slam pamungkas, dengan Roland Garros 2026 yang diklaim Zverev selaku satu-satunya pengecualian.
Bentrokan semifinal Wimbledon kali ini bertransformasi menjadi duel keenam antara Sinner dan Djokovic pada fase empat besar Grand Slam serta yang ketiga di panggung Wimbledon.
Djokovic unggul di semifinal Wimbledon 2023, sedangkan Sinner memenangi semifinal edisi 2025.
Pada semifinal edisi 2026, Sinner menyuguhkan performa dominan lewat pukulan dari area baseline yang stabil serta pukulan servis yang ampuh.
Hasil positif tersebut menjadikannya unggul 7-5 atas Djokovic dalam rekam jejak pertemuan mereka sekaligus memperlebar dominasinya lewat torehan kemenangan enam kali dari tujuh bentrokan pamungkas.
"Kami selalu menjalani pertandingan yang sulit. Dia mengalahkan saya di semifinal Australia, jadi saya mencoba melakukan beberapa penyesuaian meski bermain di lapangan rumput tidak mudah," kata Sinner.
"Saya berusaha tetap agresif dan melakukan servis dengan sangat baik. Itu sangat membantu karena Novak mungkin adalah pengembali servis terbaik dalam tenis saat ini, jadi saya mencoba memvariasikan permainan."
Djokovic, yang tiga hari terdahulu memenangi laga perempat final Wimbledon paling lama sepanjang sejarah kontra Felix Auger-Aliassime, tidak sanggup menemukan pola performa terbaiknya pasca-kehilangan set pertama.
Sinner cuma kehilangan empat poin kala melangsungkan servis pada set pembuka serta enam poin pada set kedua. Stabilitas servis itu menyuguhkannya keleluasaan demi menekan Djokovic dari aspek pengembalian bola.
Di set ketiga, Djokovic sempat mendapati peluang break point pertamanya selepas laga bergulir satu jam 55 menit. Namun, Sinner sanggup mementahkan momentum tersebut sebelum mengunci keunggulan dalam durasi dua jam 20 menit.
Sementara itu, Zverev mengamankan tiket final terlebih dahulu usai menundukkan petenis tuan rumah pemegang wildcard Arthur Fery lewat kedudukan 7-6(0), 6-2, 6-4.