JAKARTA - Perusahaan di bawah naungan Danantara Indonesia, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengamankan kontrak baru untuk pengerjaan proyek pembangunan Tower 4 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan nilai menyentuh Rp151,9 miliar.
Agenda pengerjaan proyek tersebut dipatok memakan masa pelaksanaan selama 365 hari kalender, yang diiringi masa pemeliharaan sepanjang 360 hari kalender.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, lewat penjelasan resmi di Jakarta, Selasa, memastikan bahwa pihak perseroan bakal terus menelurkan karya konstruksi prima, yang mampu menyumbang nilai tambah bagi publik dan pembangunan nasional.
“Kamu berkomitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Proyek pembangunan Tower 4 ITS ini menjadi bagian dari kontribusi perseroan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang modern guna mendukung peningkatan kualitas SDM Indonesia,” ujar Joko.
Perseroan mempunyai portofolio yang kokoh dalam pendirian infrastruktur pendidikan tinggi di tanah air, beberapa di antaranya meliputi pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur di Surabaya lewat konsep twin tower terpadu serta jembatan layang (skybridge) sepanjang 22 meter.
Selanjutnya, pengerjaan kawasan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Tahap II di Kota Batu yang melingkupi sarana akademik, pemukiman mahasiswa (asrama), hingga pemasangan panel surya sebagai representasi dari konsep pembangunan berkelanjutan.
Bukan hanya itu, perseroan ikut andil dalam pembangunan pelbagai sarana lainnya seperti kampus Universitas Negeri Malang, Kampus B Universitas Airlangga Surabaya, serta proyek Twin Tower Universitas Diponegoro Semarang.
Berbekal jam terbang serta kapabilitas yang dimiliki, pihak perseroan meyakini proyek Tower 4 ITS tersebut bakal rampung tepat waktu dengan senantiasa memprioritaskan mutu, keselamatan kerja, kebaruan konstruksi, hingga kaidah keberlanjutan.
Joko menuturkan bahwa pendirian Tower 4 ITS ini berjalan beriringan dengan rencana pemerataan pendidikan nasional, utamanya dalam menyajikan fasilitas pendidikan berkelas yang sanggup mendongkrak kapasitas ruang belajar, riset, serta kreasi baru.
"Kehadiran infrastruktur pendidikan yang memadai diharapkan dapat memperkuat daya saing generasi muda Indonesia serta memperluas akses terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas," ujar Joko.
Di samping itu, pengerjaan proyek ini turut menyokong realisasi Asta Cita, khususnya pada aspek pengokohan pembangunan sumber daya manusia, mendongkrak mutu pendidikan nasional, hingga memacu penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi yang menjadi basis menuju Indonesia Emas 2045.