JAKARTA — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara kembali mempertebal perolehan dividennya. Kali ini, dana segar didapatkan Danantara dari tiga entitas tambang, yakni PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA), PT Timah (Persero) Tbk. (TINS), serta PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM).
Perlu diketahui, holding industri pertambangan MIND ID memegang kendali mayoritas saham pada sejumlah emiten tambang strategis. Saat PTBA, ANTM, dan TINS melakukan pembagian dividen, sebagian besar aliran dana tersebut masuk ke MIND ID.
Di antara perusahaan tambang tersebut, emiten emas ANTM mencatatkan kontribusi dividen terbesar untuk tahun buku 2025.
- Baca Juga Raih GCG Awards 2026, PNM Layani 23,
ANTM membagikan dividen sejumlah Rp210 per lembar saham. Mengingat MIND ID menguasai 15,61 miliar saham ANTM, maka MIND ID berhak menerima bagian dividen sebesar Rp3,28 triliun dari ANTM.
Emiten tambang berikutnya yang memberikan kontribusi dividen cukup signifikan bagi MIND ID adalah PTBA.
Melalui dividen sebesar Rp114,51 per saham, PTBA menyetorkan dividen senilai Rp869,76 miliar kepada MIND ID. Sementara itu, TINS memberikan kontribusi dividen sebesar Rp426,88 miliar kepada MIND ID.
Selanjutnya, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) akan menyalurkan dividen senilai Rp77,9 per saham, dengan total Rp279,15 miliar kepada MIND ID. Secara keseluruhan, total dividen dari emiten-emiten tambang pelat merah tersebut yang akan diterima oleh MIND ID mencapai Rp4,85 triliun.
Di sisi lain, Danantara melalui PT Danantara Asset Management bertindak sebagai pengendali dari sejumlah BUMN yang melantai di BEI.
Danantara Asset Management diproyeksikan menerima total dividen sebesar Rp54,7 triliun dari enam perusahaan tercatat di bursa, yakni BBNI, BBRI, BMRI, JSMR, SMGR, dan TLKM.
Kontributor dividen terbesar bagi portofolio Danantara adalah BMRI dengan nilai Rp18,11 triliun. Posisi berikutnya ditempati oleh BBRI dengan nilai Rp16,67 triliun, kemudian TLKM dengan estimasi dividen sebesar Rp11,29 triliun.
Apabila seluruh dividen yang diterima Danantara Asset Management dan MIND ID dikonsolidasikan, maka total nilainya menyentuh Rp59,56 triliun.