JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau semua kepala daerah untuk secepatnya menempuh tindakan pencegahan terhadap potensi efek El Nino yang diproyeksikan berlangsung pada Juli hingga Oktober 2026.
"Ada BPBD, dinas pertanian, dinas pengairan, semuanya dikumpulkan untuk mengantisipasi dampak di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota," kata Tito di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Senin (29/06/2026).
Tito menjelaskan gejala El Nino berpeluang memicu kebakaran hutan dan lahan, sekaligus kelangkaan air pada beberapa kawasan.
Lebih jauh Mendagri memaparkan pihak pemerintah pusat sudah mengumpulkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, serta kementerian dan lembaga terkait selaku fondasi perumusan tindakan mitigasi di tingkat wilayah.
Ia pun memacu para gubernur menggelar koordinasi dengan bupati serta wali kota lewat rapat ataupun tatap muka virtual supaya tiap-tiap daerah mempunyai kesiapan yang setara berpatokan pada data dan proyeksi yang sudah dipaparkan pemerintah.
Di samping itu, para pimpinan daerah diimbau meningkatkan sinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, instansi vertikal, balai wilayah sungai, penyuluh sektor pertanian, hingga petugas pemadam kebakaran demi mencegah potensi keringnya perairan maupun kebakaran hutan dan lahan.
Tito membeberkan pihak pemerintah pusat pun sudah menyediakan sederet tindakan mitigasi dalam menangani dampak dari fenomena El Nino tersebut.
"Solusi-solusi juga telah disiapkan. Kementerian Pertanian misalnya melalui irigasi, pompanisasi, dan langkah-langkah lainnya. BNPB juga akan melakukan modifikasi cuaca agar turun hujan di daerah-daerah yang membutuhkan," ujarnya.
Bukan cuma itu, Mendagri pun mengimbau pemerintah tingkat desa ikut andil secara aktif menempuh gerakan pencegahan supaya kebakaran hutan dan lahan tidak meluas serta bisa secepatnya ditanggulangi jika terdeteksi titik api.
"Libatkan pula para kepala desa untuk melakukan pencegahan agar tidak terjadi kebakaran dan jika muncul (kebakaran) dapat segera ditangani," tuturnya.