IHSG Wilker OJK Malang: Transaksi Saham Tembus Rp7,2 Triliun per Juli 2026

Jumat, 18 September 2026 | 05:09:00 WIB

WARTAKATA.COM — Nilai transaksi saham di wilayah kerja OJK Malang menembus Rp7,2 triliun pada Juli 2026, naik 62,96% dibanding periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor dan frekuensi transaksi di kawasan Malang dan sekitarnya.

Frekuensi transaksi saham tercatat 16,8 miliar kali, tumbuh 85,35% yoy. Volume transaksi saham mencapai 1,7 juta, naik 76,03% yoy.

Saham dan Aktivitas Pasar Modal di Malang

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyebut kenaikan nilai transaksi saham dibarengi pertumbuhan rata-rata frekuensi dan volume transaksi. Menurut dia, jumlah investor pasar modal di wilayah kerja kantor OJK Malang terus menunjukkan peningkatan signifikan.

Data OJK Malang mencatat total single investor identification (SID) sampai 31 Juli 2026 berjumlah 582.443 SID. Jumlah itu meningkat 78,49% yoy.

Peningkatan tertinggi berdasarkan jumlah SID datang dari SID S-INVEST yang mencapai 556.784 SID per 31 Juli 2026, atau tumbuh 80,91% yoy. S-INVEST merupakan platform elektronik yang mendukung aktivitas penyelesaian transaksi reksa dana dan produk investasi lain yang tercatat di dalamnya.

Respons Ekonom soal Lonjakan Investor

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang, M. Sri Wahyudi Suliswanto, menilai kenaikan nilai transaksi saham 62,96% yoy dan pertumbuhan jumlah investor 78,49% menunjukkan partisipasi masyarakat Malang dan sekitarnya di pasar modal semakin kuat.

Menurut Wahyudi, pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi pendalaman pasar keuangan daerah. "Namun, peningkatan jumlah investor perlu diikuti dengan penguatan literasi dan edukasi investasi, agar pertumbuhan partisipasi tidak hanya meningkatkan jumlah SID dan aktivitas transaksi, tetapi juga mendorong investasi yang sehat dan berkelanjutan," kata Wahyudi yang juga Dekan FEB UMM itu.

Arti Angka bagi Pasar Modal Daerah

Kenaikan nilai transaksi saham, frekuensi, dan volume di wilayah kerja OJK Malang memperlihatkan geliat pasar modal tidak hanya terpusat di Jakarta. Pertumbuhan SID yang hampir 80% yoy menandakan basis investor ritel di daerah terus melebar.

Bagi pelaku pasar, data ini menjadi indikator pendalaman pasar keuangan regional. Pertumbuhan partisipasi investor di Malang dan sekitarnya berpotensi menambah likuiditas saham di bursa, seiring makin banyaknya warga yang masuk ke instrumen pasar modal.

Terkini