WARTAKATA.COM — BRI menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp 427,5 miliar kepada 1.619 debitur di wilayah Jakarta. Penyaluran ini menjadi bagian dari dukungan perseroan terhadap Program 3 Juta Rumah yang digagas pemerintah. Secara nasional, portofolio pembiayaan perumahan BRI telah mencapai Rp 12 triliun hingga 8 September 2026.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait mengapresiasi peran BRI dalam memastikan pelaksanaan program pembiayaan perumahan berjalan efektif. Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembiayaan Perumahan KPP dan FLPP Wilayah Jakarta di Gelanggang Jakarta Timur.
Acara tersebut juga dihadiri Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, serta perwakilan asosiasi pengembang perumahan.
Rincian Penyaluran KPP di Jakarta
BRI mencatatkan penyaluran KPP senilai total Rp 427,5 miliar kepada 1.619 debitur. Penyaluran tersebut mencakup pembiayaan sisi pasokan (supply) sebesar Rp 242,5 miliar kepada 110 debitur.
Rinciannya, pengembang menerima Rp 73,6 miliar kepada 29 debitur, toko bahan bangunan Rp 39,8 miliar kepada 23 debitur, dan kontraktor perumahan Rp 129,1 miliar kepada 58 debitur.
Sementara itu, pembiayaan sisi permintaan (demand) mencapai Rp 185 miliar kepada 1.509 debitur UMKM.
Kinerja Pembiayaan Perumahan BRI Secara Nasional
Hingga 8 September 2026, BRI telah menyalurkan KPP sebesar Rp 12 triliun kepada 83.210 debitur. Realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) juga telah mencapai 25.030 unit rumah.
Angka itu sejalan dengan target komitmen penyaluran sebanyak 60.000 unit pada tahun ini.
Respons Menteri Perumahan
Maruarar Sirait menekankan pentingnya implementasi program di tingkat pelaksana agar kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.
"Jangan sampai arahan Presiden Prabowo yang sangat bagus dan pro-rakyat, khususnya terkait KUR Perumahan, di ujung pelaksanaannya justru lambat atau tidak sesuai. Saya tanya, apakah lambat? Jawabannya cepat di BRI. Apakah ada pungli? Tidak ada. Apakah dipersulit? Tidak ada. BRI sudah membuktikan bahwa sebagai bagian dari negara, BRI mampu menjalankan misi ini secara efektif, efisien, dan produktif," tegas Maruarar.
Komitmen BRI dan Penawaran KPR
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menyatakan sosialisasi dan penyaluran fasilitas ini merupakan wujud komitmen strategis perseroan dalam mengakselerasi inklusi pembiayaan perumahan. Langkah itu sekaligus menjadi bukti sinergi kelembagaan dalam membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan.
"Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan hari ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkenalkan Program KPP kepada masyarakat secara lebih luas. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mengetahui kemudahan akses pembiayaan perumahan yang disediakan pemerintah melalui perbankan. Program ini tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh rumah dengan pembiayaan yang terjangkau, tetapi juga mendukung pengembangan ekosistem perumahan secara menyeluruh," ujar Aris dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (18/9/26).
BRI menyediakan berbagai penawaran menarik program KPR Sejahtera dan fasilitas KPP yang berlaku hingga 31 Desember 2026. Penawaran itu meliputi DP ringan 1% dan suku bunga tetap 5% hingga 20 tahun, serta berbagai penawaran lainnya.
"Kami berharap dengan adanya kegiatan hari ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. BRI akan terus memperkuat perannya dalam mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah melalui sinergi dengan pemerintah dan pengembang," pungkas Aris.
Penyaluran KPP dan FLPP menjadi kunci bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah layak. Dukungan pembiayaan dari sisi pasokan dan permintaan sekaligus menjaga rantai ekosistem perumahan tetap bergerak.