IHSG Diprediksi Uji 6.605, Cermati Saham UNTR, COCO, dan BBNI

IHSG Diprediksi Uji 6.605, Cermati Saham UNTR, COCO, dan BBNI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) [FOTO: NET].

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis pada perdagangan Senin (14/9/2026), kendati sempat terperosok cukup dalam sebelum akhirnya mampu membalikkan arah menjelang penutupan.

IHSG mengakhiri sesi dengan pelemahan 0,10 persen ke posisi 6.534,69. Padahal, indeks sempat tertekan hingga menyentuh level 6.371,40 atau tergerus 2,6 persen.

BRI Danareksa Sekuritas mencatat, pergerakan indeks kemudian mengalami rebound mendekati akhir perdagangan Senin kemarin, seiring dengan respons positif pasar terhadap pergantian Menteri Keuangan.

Sebab, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

“Namun, investor asing masih mencatatkan net sell Rp 330 miliar di pasar reguler,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya, Selasa (15/9/2026).

Pembalikan arah IHSG utamanya disokong oleh sektor keuangan yang menanjak 0,55 persen. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu penopang utama setelah menguat 2,77 persen.

Dalam jangka pendek, BRI Danareksa Sekuritas menilai fokus pasar akan tertuju pada langkah serta kebijakan awal yang bakal dieksekusi oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Perhatian investor terutama bakal tertuju pada arah kebijakan pengelolaan fiskal, sekaligus langkah pemerintah dalam menjaga kredibilitas keuangan negara.

Dari aspek eksternal, perhatian pelaku pasar turut tertuju pada agenda pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang diselenggarakan pada 16-17 September 2026.

Sebanyak 85 persen konsensus ekonom memproyeksikan Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps). Sementara itu, berdasarkan kalkulasi harga di pasar, probabilitas kenaikan suku bunga berada di kisaran 87-88 persen.

Secara teknikal, pergerakan IHSG membentuk pola Dragonfly Doji setelah sempat menguji area support 6.390. IHSG juga masih sanggup bertahan di atas moving average (MA) 20 hari pada level 6.545. 

Kondisi ini mengindikasikan keterbukaan peluang technical rebound, meskipun momentum penguatan tergolong masih terbatas.

“Momentum masih terbatas seiring bearish crossover MACD,” lanjut BRI Danareksa Sekuritas.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG memiliki peluang untuk kembali menguji kisaran 6.585-6.605 sebagai area resistance terdekat. Area tersebut sekaligus bertindak sebagai lokasi penutupan gap.

Sementara itu, level 6.390 menjadi support utama bagi IHSG. Apabila level itu berhasil ditembus, IHSG berisiko bergerak menuju support berikutnya di kisaran 6.220.

Adapun BRI Danareksa Sekuritas membagikan rekomendasi sejumlah saham yang patut dicermati investor pada perdagangan Selasa ini.

Lewat publikasi riset harian, BRI Danareksa menyodorkan saham PT United Tractors Tbk (UNTR) untuk strategi swing trade. UNTR berada pada area beli Rp 25.800 hingga Rp 26.000, dengan patokan target jual Rp 26.875 sampai Rp 28.175, serta batas stop loss jika melorot di bawah Rp 25.500.

Selanjutnya, saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) direkomendasikan untuk strategi day trade. Area beli COCO berada di kisaran Rp 130-Rp 140, dengan kisaran target jual Rp 146 hingga Rp 155, serta batas stop loss di bawah Rp 122.

Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turut masuk jajaran rekomendasi day trade. BRI Danareksa Sekuritas menetapkan area beli BBNI di rentang Rp 3.700 hingga Rp 3.850, dengan target jual Rp 3.960 sampai Rp 4.050, serta batas stop loss di bawah level Rp 3.650.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index