Louis Rossmann Pimpin Tur "Own Your Shit", Serukan Pembunuhan Pasal DMCA 1201

Kamis, 17 September 2026 | 18:05:00 WIB

WARTAKATA.COM — YouTuber dan advokat hak kepemilikan Louis Rossmann menggelar tur keliling Amerika Serikat bertajuk "Own Your Shit" untuk menyerukan penghapusan Pasal 1201 Digital Millennium Copyright Act. Tur ini menyoroti kemarahan konsumen terhadap perusahaan yang mengunci perangkat lewat pembatasan digital. Pemberhentian terakhir akan berlangsung di Silver Springs, Maryland, pada 1 Oktober.

Tur "Own Your Shit" yang digagas Rossmann bersama organisasi nirlaba advokasinya, Fulu, telah menjelajahi sejumlah kota di Amerika Serikat sepanjang musim panas. Pemberhentian kedua dari terakhir digelar di San Jose, California, pada Jumat malam, dengan sekitar 80 orang memadati serambi sempit sebuah tempat pembuatan bir.

Sebelum Rossmann berbicara, sejumlah panel menampilkan advokat dari Electronic Frontier Foundation, mahasiswa dari lokakarya Fixit San Jose State University, serta pemimpin Fisker Owners Association—kelompok pemilik kendaraan yang menolak membiarkan mobil mereka mati. Seruan utama aksi ini adalah membunuh satu pasal spesifik: Section 1201 Digital Millennium Copyright Act.

Pasal 1201 DMCA dan Jerat Hukum bagi Pemilik Perangkat

Pasal yang disahkan pada 1998 itu melarang pembobolan pembatasan digital dan kunci yang diaktifkan produsen perangkat. Secara resmi, aturan ini dimaksudkan untuk menjamin keamanan perangkat.

Namun, advokat hak kepemilikan dan perbaikan lama mengkritik pasal tersebut karena membantu perusahaan memasang kunci perangkat lunak pada perangkat, lalu menarik biaya dari pemilik untuk mengakses perangkat keras milik mereka sendiri. Rossmann bersama sesama advokat Kevin O'Reilly mendirikan Fulu untuk membayar imbalan bagi siapa pun yang bisa menonaktifkan kunci digital pada sebuah perangkat, meski berisiko konsekuensi hukum.

"Berapa banyak orang di sini yang senang ketika mendapat ancaman gugatan?" tanya Rossmann dalam acara di San Jose. "Angkat tangan."

Mungkin empat atau lima tangan terangkat, termasuk Rohit Chopra, mantan direktur Consumer Financial Protection Bureau, yang menyeringai. "Saya senang ketika orang mencoba menggugat saya," kata Rossmann. "Ketika mereka mengirim ancaman, saya benar-benar membingkainya."

Amazon, Apple, hingga BMW Masuk Daftar Kritik

Presentasi Rossmann melompat dari satu pertarungan hak kepemilikan ke pertarungan lainnya. Dia menyoroti Amazon yang pernah menghapus buku dari Kindle milik pengguna, serta perusahaan detektor kebocoran pipa rumah Roost yang menghentikan produk Wi-Fi mandiri dan merugikan penggunanya.

Apple, Sony, perusahaan kursi roda, dan BMW juga masuk dalam kritiknya. BMW baru-baru ini menayangkan iklan film Spider-Man terbaru di layar dasbor mobil pelanggannya. Rossmann menuduh perusahaan-perusahaan menambahkan langganan berbayar ke produk setelah pelanggan membelinya sebagai bentuk "ransomware".

Seruan itu membakar semangat kerumunan. Orang-orang bersorak dan menyebut masalah kepemilikan mereka sendiri. Rossmann tampil seperti pendeta di mimbar bagi orang-orang yang kesal oleh layanan berlangganan, kemunduran media fisik, dan ketidakmampuan memperbaiki barang mereka.

Kemarahan Konsumen Memuncak di Tengah Tekanan Ekonomi

Tur ini berlangsung saat kemarahan publik terhadap perusahaan seperti Sony semakin meningkat. Sony mengakhiri dukungan cakram fisik dan menghapus item digital di pustaka pelanggan. Google baru-baru ini melakukan hal serupa dengan menghapus salinan The Lord of the Rings milik seorang pengguna.

Amazon juga baru saja menghentikan dukungan untuk Kindle lama yang sebenarnya masih berfungsi baik. Konsumen merasa terhimpit tekanan ekonomi seiring perangkat yang semakin mahal, dan mereka ingin mempertahankan perangkat lebih lama.

Katharine Trendacosta, direktur kebijakan dan advokasi di Electronic Frontier Foundation, berbicara di acara itu untuk menyoroti cara perusahaan mengubah hampir semua hal menjadi layanan berlangganan yang harus dibayar pengguna. "Mereka mendapat langganan dan data kami," kata Trendacosta. "Itu menang-menang bagi mereka dan kalah-kalah bagi kami."

Regulasi Hak Perbaikan Tumbuh di Seluruh Dunia

Tur mungkin akan berakhir, tetapi legislasi hak perbaikan terus tumbuh di seluruh dunia. Tahun ini di Uni Eropa, regulasi baru mewajibkan perusahaan memperpanjang usia pakai produk konsumen dengan membuatnya lebih mudah diperbaiki dan baterainya lebih mudah diganti.

John Deere, yang lama dikritik karena kebijakan antiperbaikan, terkena gugatan senilai 99 juta dolar AS dan putusan Federal Trade Commission yang mewajibkannya membuat produk lebih mudah diperbaiki. Advokat perbaikan di Amerika Serikat telah menggagalkan sejumlah rancangan undang-undang antiperbaikan dan menyerukan regulasi federal untuk memastikan perbaikan otomotif dan daya tahan produk yang lebih baik.

Chopra, mantan direktur CFPB, kini memimpin California Business and Consumer Services Agency yang baru dibentuk pada Juli oleh Gubernur California Gavin Newsom. Dalam percakapan setelah acara, ia berbagi visi soal fokus lembaga tersebut.

"Teknologi baru seharusnya tidak hanya membantu orang-orang di ruang rapat direksi atau jajaran eksekutif," kata Chopra. "Teknologi seharusnya membantu kita semua, tetapi kita melihat bagaimana teknologi kadang dirancang untuk menipu orang, merampok mereka, atau menimbulkan kerugian nyata. Orang-orang yang sekadar berusaha bertahan hidup benar-benar merasa dipermainkan oleh sebagian praktik ini."

Terkini