WARTAKATA.COM — Nick Kroll menyampaikan harapannya agar industri produksi hiburan di Los Angeles kembali bergairah saat menjadi pembicara utama di Variety Entertainment & Technology Summit yang digelar di L.A. Komedian sekaligus pencipta serial "A Hundred Percent" itu menyebut komunitas syuting yang hidup akan mengembalikan vitalitas kota. Serial komedi Netflix yang ia garap bersama Gabe Liedman dijadwalkan tayang pada 2027.
Nick Kroll naik ke panggung Variety Entertainment & Technology Summit yang dipersembahkan oleh EY di Los Angeles. Ia hadir sebagai pembicara utama dan membahas masa depan industri produksi di kota yang sudah ia tinggali hampir 20 tahun.
Dalam sesi wawancara bersama Angelique Jackson, reporter senior Variety, Kroll menyoroti pentingnya ekosistem syuting yang aktif. Menurutnya, produksi yang berjalan terus-menerus membawa dampak lebih dari sekadar uang.
Serial A Hundred Percent sebagai Surat Cinta untuk Los Angeles
Kroll menciptakan serial komedi "A Hundred Percent" bersama sahabatnya, Gabe Liedman, yang dikenal sebagai kreator "Q-Force" dan showrunner musim pertama "PEN15". Serial ini dibintangi Sam Richardson, Jason Mantzoukas, dan Vanessa Bayer, dengan Diane Lane bergabung dalam peran berulang.
Proses syuting dilakukan sepenuhnya di Los Angeles. Kroll menyebut pengalaman itu sebagai salah satu yang paling menyenangkan dalam kariernya.
"We genuinely felt like it was a love letter to the city that we live in. And we really, honestly, have the best crew, had the best people, who were in such a happy mood making a show in Los Angeles," kata Kroll.
Ia menambahkan bahwa ia berharap pertumbuhan komunitas produksi di L.A. terus berlanjut. Kroll menilai masa-masa lesu yang dirasakan banyak pekerja industri perlahan akan terurai.
Dampak Produksi terhadap Vitalitas Kota
Bagi Kroll, kehadiran produksi yang ramai bukan hanya soal pemasukan. Ia menyebutnya sebagai pengembalian energi yang sempat hilang dari Los Angeles.
"The more that we have a thriving, ongoing shooting community here in Los Angeles, it will bring life back. Not only money, but just like it will bring a vitalization, a vitality to the city that I think I have missed from when I moved here," ujarnya.
Ia lalu melontarkan lelucon bahwa dirinya justru berencana pindah ke Austin untuk membangun jaringan podcast. Guyonan itu disampaikan setelah ia berbicara panjang soal komitmennya terhadap industri di L.A.
Premis Cerita dan Pendekatan Kreatif
Kroll menjelaskan "A Hundred Percent" mengangkat dunia para thought leader, guru self-help, dan influencer wellness. Menurutnya, banyak dari mereka muncul di panel-panel konferensi yang digelar di ballroom sepi.
Ia menggambarkan suasana tersebut secara jenaka, mulai dari pitcer air, permen mint kecil, hingga San Pellegrino yang hanya tersedia jika dicari. Detail itu menjadi bahan komedi dalam serialnya.
Soal cara memilih proyek, Kroll mengaku selalu mengutamakan orang-orang paling berbakat. Ia menyebut Liedman, para pemain, dan tim penulis "A Hundred Percent" sebagai kelompok yang sangat lucu.
"Just surround yourself with quality people, because assholes — they're just the worst, you know. So that's what I would say," tuturnya.
Karier Kroll di Balik Layar dan Proyek Adults
Selain "A Hundred Percent", Kroll menjabat sebagai produser eksekutif sitkom FX berjudul "Adults". Serial itu mengikuti lima sahabat berusia 20-an yang tinggal bersama di Queens, New York.
Kroll juga dikenal sebagai produser eksekutif dan pengisi suara sejumlah serial animasi Netflix, termasuk "Mating Season", "Human Resources", dan "Big Mouth" yang masuk nominasi Emmy.
Bersama kreator "Adults", Ben Kronengold dan Rebecca Shaw, ia mengembangkan proyek itu selama beberapa tahun. Kroll menyebut para pemain yang terpilih sebagai generasi baru komedian yang sangat berbakat.
"Adults" berada di bawah kesepakatan first-look Kroll dengan FX yang sudah berjalan lebih dari 15 tahun. Ia mengaku senang mengejek tagline "fearless" milik FX, tapi mengakui bahwa stasiun itu memang inovatif dalam meluncurkan acara dan berani mengambil risiko.
Musim pertama "Adults" menemukan penontonnya meski tidak sebesar yang diharapkan. FX lalu memutuskan membuat episode prekuel untuk memberi jalan masuk baru bagi penonton.
Hasilnya terlihat di musim kedua. Rating "Adults" tumbuh 40 persen di pasar domestik dan 100 persen di pasar internasional, melawan tren umum televisi yang biasanya menurun.
"It's a testament to FX and and John Landgraf at the head of it to trust us to build something to keep with something that they know is quality and that's what it comes down to," kata Kroll.
Persaingan Merebut Perhatian Penonton
Kroll menyebut persaingan untuk merebut atensi audiens saat ini luar biasa ketat. Ia menilai pembuat acara harus menemukan cara menarik penonton sekaligus menahan mereka agar tidak berpindah.
Di awal sesinya, Kroll menyinggung panel sebelumnya soal kecerdasan buatan di industri hiburan. Ia berkomentar singkat agar publik tidak meremehkan perkembangan teknologi tersebut.
Pernyataan Kroll menambah suara dari kalangan kreator Hollywood yang mendorong produksi lokal tetap berjalan di tengah tekanan biaya dan perubahan lanskap streaming global.