Grace Natalie Bela Kunjungan Jokowi ke Palue: Bantuan Semen-Seng untuk Rehabilitasi

Minggu, 20 September 2026 | 09:34:00 WIB
Grace Natalie Bela Kunjungan Jokowi ke Palue: Bantuan Semen-Seng untuk Rehabilitasi

WARTAKATA.COM — Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie menilai kritik terhadap kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, muncul karena ketidakpahaman atas tahapan penanganan bencana. Menurutnya, bantuan yang dibawa Jokowi berupa 4.000 zak semen, 3.000 lembar seng, dan 100 tandon air, bukan kebutuhan tanggap darurat seperti makanan atau obat-obatan.

Grace Natalie menyampaikan pernyataan itu melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Sabtu malam, 19 September 2026. Ia merespons sejumlah politisi dan pegiat media sosial yang menilai kunjungan Jokowi ke wilayah terdampak gempa terlambat karena dilakukan sekitar sebulan setelah bencana.

Menurut Grace, penilaian tersebut muncul karena mereka tidak memahami tahapan penanganan bencana. Ia menjelaskan bahwa dalam tahapan penanganan bencana terdapat fase tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Fase Tanggap Darurat dan Perubahan Kebutuhan Warga

Grace menyatakan, pada hari-hari pertama bencana yang dibutuhkan adalah makanan, obat-obatan, evakuasi, tenda, dan kebutuhan dasar lain. Pemerintah, katanya, telah menangani kebutuhan masyarakat pada fase awal tersebut.

Namun, kebutuhan warga berubah seiring berjalannya waktu. "Sampai sekarang masih banyak yang bertahan di pengungsian. Rumah-rumah belum bisa ditempati. Untuk kegiatan belajar mengajar masih dalam keadaan darurat. Gereja rusak dan karena itu, untuk beribadah, jemaat menggunakan tenda," tutur Grace.

Bantuan Semen, Seng, dan Tandon Air

Grace kemudian menjelaskan bantuan yang dibawa Jokowi saat berkunjung ke Palue. Menurutnya, bantuan tersebut bukan berupa kebutuhan tanggap darurat seperti makanan maupun obat-obatan.

Ia menegaskan, bantuan yang dibawa Jokowi ke Palue adalah 4.000 zak semen, 3.000 lembar seng, dan 100 tandon air. "Semen dan seng adalah bahan untuk memperbaiki dan membangun kembali. Sementara tandon air untuk membantu penyediaan air bersih," kata Grace.

Grace menilai persoalan yang perlu dilihat bukan semata-mata waktu kedatangan Jokowi ke Palue. Menurut dia, kondisi masyarakat pascabencana masih membutuhkan perhatian.

Pertanyaan yang Lebih Penting soal Pemulihan Warga

Grace mengatakan, pertanyaannya bukan kenapa Jokowi baru datang setelah sebulan. Melainkan apakah sebulan setelah gempa, masyarakat Palue sudah pulih.

"Faktanya belum pulih. Selama masih ada warga yang tidur di tenda, anak-anak yang belajar dalam kondisi darurat, rumah yang belum bisa ditempati, dan jemaah yang masih beribadah di tenda karena gerejanya rusak, semua perhatian dan bantuan tidak bisa dikatakan terlambat," tutur dia.

Pernyataan Grace ini merespons kritik yang mencuat setelah kunjungan Jokowi ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT. Sejumlah pihak menilai kunjungan tersebut terlambat karena dilakukan sekitar sebulan setelah gempa melanda wilayah itu.

Terkini