Kapolri Buka Peluang Polwan Pimpin Polri di Masa Depan

Minggu, 20 September 2026 | 10:14:00 WIB
Kapolri Buka Peluang Polwan Pimpin Polri di Masa Depan

WARTAKATA.COM — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan kepemimpinan Polri suatu hari dapat dipegang oleh seorang polisi wanita. Pernyataan itu disampaikan dalam The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Bali, Minggu (20/9/2026), yang mempertemukan 450 peserta dari 43 negara.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan setiap polisi wanita atau Polwan berhak memperoleh kesempatan setara untuk berkembang hingga jenjang kepemimpinan tertinggi. Ia menyampaikan hal itu di hadapan peserta konferensi kepolisian perempuan terbesar di dunia.

Menurut Sigit, sejumlah negara telah lebih dulu menempatkan perempuan di posisi puncak kepolisian. Ia menyebut Australia, Belanda, dan Barbados sebagai contoh.

"One day, the INP may be led by a woman police officer, as demonstrated by our partner countries, including Australia, the Netherlands, and Barbados," ujar Sigit.

Indonesia Kirim Delegasi Terbesar ke Konferensi IAWP

The 63rd IAWP Annual Training Conference 2026 digelar di The Westin Resort Nusa Dua, Badung. Forum itu diikuti 450 peserta dari 43 negara.

Indonesia menjadi delegasi terbesar dengan 164 peserta. Tanzania menyusul dengan 48 peserta, Kanada 36 peserta, Amerika Serikat 19 peserta, Inggris 18 peserta, dan Australia 16 peserta.

Kehadiran delegasi besar itu menempatkan Indonesia sebagai tuan rumah sekaligus kontributor peserta terbanyak dalam forum tahunan tersebut.

Perjalanan Polwan Sejak 1948 dan Tantangan Kesetaraan

Sigit mengingatkan perjalanan Polwan Indonesia sudah berlangsung sejak 1948. Dari lebih dari 450 ribu personel Polri, sekitar 6,2 persen atau 29 ribu personel merupakan Polwan.

Angka itu menunjukkan ruang kepemimpinan bagi Polwan masih terbuka lebar. Kapolri mendorong peningkatan kapasitas agar lebih banyak Polwan menduduki posisi strategis.

Ia menilai perempuan bukan sekadar bagian dari perubahan, melainkan juga punya kapasitas memimpin perubahan itu sendiri.

Kesenjangan Gender Global Masih Lebar

Sigit mengutip Global Gender Gap Report 2025 yang menyebut dunia masih membutuhkan sekitar 123 tahun untuk mencapai kesetaraan gender sepenuhnya. Data itu menjadi konteks mengapa dorongan kesetaraan di institusi kepolisian penting.

Pernyataan Kapolri menegaskan komitmen pembukaan akses kepemimpinan bagi Polwan. Implementasinya akan bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan kebijakan internal Polri ke depan.

Terkini