WARTAKATA.COM — Gempa magnitudo 2,7 mengguncang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (17/9/2026) pukul 06.21.05 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di darat pada kedalaman 4 kilometer.
BMKG menyatakan episenter gempa berlokasi 27 kilometer arah selatan Kabupaten Bandung. Getaran dirasakan warga di sejumlah kecamatan dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) III.
Pada skala MMI III, guncangan terasa nyata di dalam rumah, seperti saat truk besar melintas. Meski begitu, magnitudo gempa terbilang kecil dan tidak dilaporkan menimbulkan kerusakan.
Wilayah yang Merasakan Getaran
Sedikitnya tiga wilayah melaporkan getaran dari peristiwa ini. Berikut daftarnya:
- Pangalengan
- Talegong
- Cisewu
Ketiga wilayah tersebut berada di bagian selatan Kabupaten Bandung yang berbatasan dengan jalur sesar aktif. Kawasan ini memang kerap tercatat sebagai lokasi gempa dangkal.
Rangkaian 26 Gempa Sejak Rabu Pagi
Gempa Kamis pagi menjadi bagian dari rentetan aktivitas seismik yang lebih panjang. BMKG mencatat 26 kejadian gempa mengguncang wilayah Kabupaten Bandung sejak Rabu (16/9/2026) pukul 06.10 WIB hingga 17.42 WIB.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi menyebut tiga di antaranya dirasakan warga. "Pada 16 September 2026 hingga pukul 17.42 WIB, tercatat sebanyak 26 kejadian gempa sejak pukul 06.10 WIB dengan tiga kali gempa yang dirasakan," kata Suaidi.
Salah satu gempa dalam rangkaian itu terjadi pukul 17.14 WIB dengan magnitudo 2,8. Pusatnya berada di koordinat 7,26 derajat Lintang Selatan dan 107,61 derajat Bujur Timur, sekitar 28 kilometer tenggara Kabupaten Bandung, pada kedalaman 5 kilometer.
Dipicu Aktivitas Sesar Aktif
Suaidi menjelaskan, kedalaman hiposenter yang dangkal menunjukkan gempa berasal dari aktivitas sesar aktif. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," ujarnya.
Gempa dangkal dengan magnitudo kecil umumnya tidak berpotensi tsunami. Namun, BMKG tetap mengimbau warga di kawasan selatan Bandung waspada terhadap kemungkinan getaran susulan.
Warga yang merasakan guncangan diminta menjauhi bangunan retak dan mengikuti informasi resmi dari kanal BMKG. Hingga Kamis pagi, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa magnitudo 2,7 tersebut.