Dekranas Dorong Sinergi 14 Kementerian agar Perajin Tembus Pasar Global

Dekranas Dorong Sinergi 14 Kementerian agar Perajin Tembus Pasar Global

WARTAKATA.COM — Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian menekankan sinergi 14 kementerian dan lembaga untuk membina perajin di pelosok daerah. Kolaborasi itu dinilai jadi kunci agar produk kerajinan Nusantara berdaya saing dan menembus pasar internasional. Kriyanusa 2026 disiapkan sebagai pintu masuk kerja sama dengan pasar global.

Sinergi lintas kementerian dan lembaga menjadi fondasi pembinaan perajin yang digarap Dekranas. Tri Tito Karnavian menyampaikan hal itu dalam Konferensi Pers Kriyanusa 2026 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Jumat (18/9).

Menurut Tri, kolaborasi itu diperlukan agar produk kerajinan Nusantara semakin berkualitas, berdaya saing, serta mampu memperluas akses ke pasar internasional secara berkelanjutan. Ia berbicara dalam kapasitasnya sebagai Pengarah Panitia Kriyanusa 2026.

Peran 14 Kementerian dan Lembaga di Dekranas

Tri menyebut ada 14 kementerian dan lembaga yang duduk di dalam Dekranas. Keberadaan mereka diharapkan membuat program pembinaan bisa disalurkan hingga ke Dekranasda di daerah.

"Dengan adanya 14 kementerian dan lembaga di dalam Dekranas ini, kita mendorong agar program-program tersebut bisa disalurkan ke Dekranasda di daerah untuk menjaring binaan-binaan yang ada sehingga perajin-perajin di pelosok Tanah Air bisa ikut dalam kegiatan-kegiatan tersebut," ujar Tri.

Lewat jalur itu, perajin di wilayah terpencil mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan produk dan memperluas pasar. Dekranas juga terus mempererat kerja sama dengan pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga terkait.

Pembinaan Berkelanjutan dengan Prinsip Eko-Ekonomi

Pembinaan terhadap perajin dinilai mesti berjalan berkesinambungan. Tri menekankan faktor lingkungan dan prinsip eko-ekonomi tetap diperhatikan dalam setiap program.

Pendekatan itu diharapkan mendorong naiknya kualitas, kreativitas, dan nilai tambah produk kerajinan lokal. Produk yang dihasilkan pun diarahkan agar sesuai kebutuhan dan standar pasar global.

Ruang Digital Imersif untuk Generasi Muda

Kriyanusa 2026 menghadirkan ruang digital imersif yang interaktif sebagai upaya memperkenalkan kerajinan Nusantara kepada generasi muda. Fasilitas itu memungkinkan pengunjung mengenal dan berinteraksi dengan berbagai bentuk kerajinan melalui pengalaman digital.

"Melalui pertunjukan digital ini, generasi muda bisa lebih mengenal kerajinan dengan baik karena mereka bisa praktik melukis secara digital hingga mencoba pakaian dari berbagai daerah secara interaktif," kata Tri.

Pameran sebagai Pintu Kerja Sama Global

Tri berharap Kriyanusa 2026 tidak sekadar menjadi tempat pameran. Ajang itu diarahkan sebagai wadah promosi dan pintu masuk bagi terjalinnya kerja sama dengan pasar global.

Dengan begitu, partisipasi perajin dapat berlanjut ke berbagai ajang potensial lainnya, baik di dalam maupun luar negeri.

"Kami tidak hanya ingin kegiatan ini berhenti di pameran saja, tetapi agar mereka juga bisa mendapatkan kesempatan mengikuti pameran-pameran potensial di dalam maupun di luar negeri," pungkas Tri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index